Tuesday, February 18, 2014

Pilih Tuhan atau Merek?

Lagi baca-baca buku buat referensi skripsi, terseliplah tulisan bagus di buku karya Silih Agung Wasesa yang berjudul Strategi Public Relations. Judulnya sama kaya judul post ini.


Pilih Tuhan atau Merek?
Menurut Palgunadi Setiawan, penggagas awal PR di Astra International, Public Relations sejati adalah para nabi utusan Tuhan. Mereka membawakan pesan agama tidak sekadar dengan bicara, tetapi juga dengan tindakan. Edukasi mereka adalah experiential message. Itulah inti edukasi seperti yang kita bahas di bab awal: PR is not about talking, PR is doing. Tapi mengapa banyak pemuka agama yang tidak meneruskan sikap Public Relations yang dimiliki oleh paa nabi pembawa agama? Mengapa kita lebih nyaman dengan atribut merek ketimbang atribut ketuhanan?
Kita lebih nyaman berada di mal daripada di rumah Tuhan. Kalaupun berangkat ke rumah Tuhan, seringkali karena ancaman akan surga dan neraka. Pertanyaannya, apakah hal itu muncul karena pemuka agama tidak lagi mewariskan nilai-nilai Public Relations seperti yang dilakukan oleh nabi dan rasul? Suatu saat, kita perlu diskusi lebih panjang untuk ini. 


Gak. Gak bermaksud sok agamis sih. Tapi menarik aja tulisannya. Jadi kepikiran, bahkan pemuka agama pun perlu untuk menerapkan ilmu PR.

Sunday, December 15, 2013

Lelaki dan Perempuan

"Yaitu, bahwa ada yang tidak beres dengan nilai-nilai masyarakat. Nilai-nilai yang mengharuskan lelaki menjadi pemimpin perempuan. Lelaki dibebani tuntutan tidak proporsional untuk menjadi lebih dari perempuan. Akibatnya, lelaki jadi gampang minder. Dan perempuan dibebani tuntutan tak adil untuk merendahkan diri demi menjaga ego lelaki. Itu sungguh tidak benar dan tidak adil. Sampai dewasa, sampai hari ini, aku tetap mengatakannya: itu sungguh tidak benar dan tidak adil."
-Ayu Utami (Pengakuan Eks Parasit Lajang) 

Who's Your Hero?

"What qualifies someone as a hero? Obviously, a hero has to be someone we respect. A person we look up to. A person who is generous of spirit. Who's willing to grow and learn. Maybe it's the person you love the most in the world or the guy who makes the most out of life, no matter what anyone thinks. Funny, though... the hero in my family is my family, because of who we are together."
-Manny (Modern Family)

Thursday, October 10, 2013

Takdir?

Segala sesuatu yang tidak dapat terjawab selalu berakhir atas nama Tuhan. Misalnya, mengapa seorang anak bisa jadi bajingan padahal orangtuanya santri? Dijawab, itu sudah takdir dari Tuhan. Sebaliknya, jika orangtuanya rusak tapi anaknya begitu baik, dijawab, itulah kuasa Tuhan.Alangkah mudahnya. Tidak adakah penjelasan lain yang lebih memuaskan? Tidak adakah jawaban lain yang lebih masuk akal? Mungkin manusia sudah malas berpikir,
Mereka Bilang Saya Monyet by Djenar Maesa Ayu

Takdir?
Sebenernya masih bingung sih maksud dari takdir yang sebenar-benarnya tuh apa dan gimana.
Jujur, banyak pertanyaan yang masih ngegantung di pikiran gue.

Katanya, dari lahir, bahkan ada yang bilang dari semenjak manusia ditiupkan rohnya, jalan hidup manusia itu udah di gariskan sama Tuhan. Akan jadi apa dia kelak, bahkan dia akan masuk surga atau neraka kelak. Bener gak tuh?

Oke, bukan itu yang gue pertanyain. Tapi justru dari situ awalnya muncul pertanyaan-pertanyaan.

Kalau misalkan jalan hidup manusia udah digarisin sama Allah, trus kenapa Allah memerintahkan untuk beriman dan beribadah kepadaNya. Padahal kan katanya semua udah ditentuin, apakah manusia itu akan masuk surga atau masuk neraka kelak. Trus, apa yang terjadi di dunia ini juga atas kehendak Allah kan? Sesuatu gak akan terjadi kalau tidak atas kuasaNya. Jadi, apapun yang kita lakukan, bisa terjadi juga karena kehendak Allah. Bener gak tuh?

Udah nanya ke beberapa orang. Jawabannya macem-macem.

"Kamu kayak gak diajarin pelajaran Agama deh waktu SD. Kayak orang gak beriman..."

Itu cuman salah satu jawaban dari beberapa orang yang udah gue tanyain. Sakit sih dibilang gitu. Tapi kalo dipikir-pikir ada benernya juga. Karena rendahnya iman gue nih kayaknya.

Ada yang jawab lagi,

"Qada dan Qadar, Vik..."

Iya gue juga tau. Tapi gue cuman sekedar tau tentang Qada dan Qadar, bukannya mengerti bener-bener tentang pengertiannya. Akhirnya gue googling dengan keyword "Qada dan Qadar". Muncul deh tuh bererot. Gue buka beberapa, trus gue baca. Sampe gue nemuin tulisan ini:




Adakah qada' dan qadar memaksa perbuatan kita?
Label: 

Soalan
Saya sering keliru dengan masalah qada' dan qadar. Apa yang sering bermain di fikiran saya adalah mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk melakukan suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya sedang dalam masa yang sama takdir seseorang telah ditentukan sama ada ke syurga mahupun ke neraka. Misalnya , apa lagi perlunya seseorang itu beramal ibadat kerana bukankah jika dia telah ditentukan Allah sebagai ahli neraka, maka dia tetap akan masuk ke neraka. Mohon ustaz berikan pencerahan.

Jawapan
Persoalan seumpama ini sering timbul disebabkan oleh kejahilan dalam memahami maksud sebenar qada' dan qadar. Seorang muslim yang berilmu pasti tidak akan mudah terpedaya dengan keraguan-keraguan yang sengaja dibangkitkan untuk meruntuhkan keimanannya. Dalam menjawab persoalan ini terdapat dua perkara yang perlu difahami.

Terlebih dahulu setiap muslim perlu memahami apa erti kita beriman dengan qada' dan qadar. Menurut para ulama aqidah beriman dengan qada' dan qadar atau taqdir bermaksud, beriktikad bahawa Allah SWT Maha Mengetahui dengan terperinci berkenaan segala kejadian-Nya sejak azali dan apa yang berkaitan dengannya pada masa akan datang. Seperti Allah SWT Maha Mengetahui bahawa seseorang itu akan mengambil sebab-sebab dan ikhtiar tertentu, lalu dia akan dinilai oleh Allah atas apa yang diusahakannya tersebut. Beriman dengan qada' dan qadar juga bermaksud membenarkan bahawa segala sesuatu terjadi dan berlaku dengan kehendak (iradah) Allah SWT dan bertepatan dengan ilmu Allah SWT yangazali atau bersifat qadim. Ia sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam surah Yasiin ayat 12:

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami tuliskan segala yang mereka telah kerjakan serta segala kesan perkataan dan perbuatan yang mereka tinggalkan. dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu Kami catitkan satu persatu dalam kitab (ibu suratan) yang jelas nyata".

Berdasarkan keterangan ini, dapat difahami bahawa keimanan terhadap qada' dan qadar tidak mempunyai unsur-unsur al-jabr iaitu seseorang dipaksa dalam melakukan sesuatu atau hilangnya kuasa memilih atau berikhtiar. Ini kerana ilmu Allah SWT hanya bersifat menyingkap apa yang akan berlaku dan bukan memaksa supaya sesuatu itu berlaku. Dalam hal ini, tuan guru penulis iaitu Prof. Dr. Qahtan al-Duri sering mengemukakan contoh mudah dengan membuat analogi bahawa ilmu Allah SWT itu adalah seumpama ilmu seorang guru yang amat mengenali setiap anak muridnya, siapa di antara mereka yang akan berjaya dan siapa yang akan gagal berdasarkan pengalaman dan pemerhatiannya. Namun, ilmu si guru terhadap setiap muridnya itu tidaklah menyebabkan mereka berjaya atau gagal, kerana berjaya atau gagalnya mereka itu adalah disebabkan usaha mereka sendiri.

Imam al-Nawawi menukilkan daripada Imam al-Khattabi bagaimana ramai di kalangan orang yang menyangka bahawa qada' dan qadar itu adalah paksaan dan tekanan Allah SWT ke atas hamba-Nya terhadap segala apa yang telah ditakdirkan sedangkan ia tidak seperti yang disangka oleh mereka. Ini kerana maksud (taqdir) itu ialah perkhabaran Allah SWT berkenaan ilmu-Nya yang mendahului tentang segala yang dilakukan oleh hamba-Nya dan ianya terbit dari taqdir-Nya sama ada yang baik atau yang buruk. (Syarh al-Nawawi 'ala Sahih Muslim, j.1, hal. 155)

Seorang sahabat bernama Abdullah bin Umar ditanya tentang orang yang melakukan perbuatan buruk, mereka menjawab ianya dalam ilmu Allah, lalu beliau menjadi marah sambil mengatakan, "Demikian itu dalam ilmu Allah tetapi bukan ilmu Allah yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan buruk itu". (Risalah fi al-Tawhid li al-Ta'I, hal. 124)

Maka Allah SWT mengetahui berdasarkan ilmu-Nya yang azali bahawa hamba-Nya akan memilih jalan-jalan yang pelbagai lalu Dia  mempermudahkan pilihan mereka dan memperkenalkannya. Sebagai contoh, apabila seseorang ingin mengangkat segelas air untuk disuakan ke mulutnya, perbuatan mengangkat gelas itu datang dari pilihan atau usahanya sendiri, manakala kuasa untuk mengangkat datang daripada sifat qudrat Allah SWT. Ini bermakna kuasa untuk memilih tetap berada pada tangan seseorang hamba-Nya sama ada mahu memilih perbuatan baik atau jahat, taat atau maksiat, dosa atau pahala dan syurga atau neraka. Kesimpulannya, beriman terhadap qada' dan qadar atau taqdir Allah SWT tidak menafikan kewajipan kita berusaha dan berikhtiar melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini. Sikap gemar melepaskan diri dengan cara menyerahkan segala yang berlaku sebagai suratan taqdir tanpa didahului dengan usaha adalah menyalahi seruan Islam supaya kita sentiasa berusaha dan berikhtiar untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini.

Antaranya firman Allah SWT dalam surah al-Mulk ayat 15 supaya kita berusaha mencari rezeki dan tidak malas serta bertawakal atau berserah  semata-mata. Begitu juga dengan gesaan Allah SWT supaya kita tidak menjerumuskan diri ke lembah kebinasaan dalam surah al-Baqarah ayat 195. Juga perintah Allah SWT supaya kita berjihad pada jalan-Nya dengan segala macam jalan yang ada dan termampu. Wallahu a'lam

Sumber: http://mufakkir-islami.blogspot.com/2013/02/adakah-qada-dan-qadar-memaksa-perbuatan.html



Oke-oke gue ngerti. Itu kan bagi orang yang beriman kepada Allah. Gimana dengan orang yang udah dari lahir memeluk agama selain Islam? Mereka kan gak minta untuk terlahir sebagai non-muslim. Seperti juga gue. Gue juga gak pernah minta untuk terlahir dari keluarga atau sebagai muslim. Gimana dengan orang-orang pedalaman, di suku-suku terpencil yang bahkan mungkin tahu tentang agama Islam pun enggak. Itu juga udah digariskan sama Allah kan? Apa Allah punya pengecualian buat itu?

Trus, gue juga bingung. Katanya (lagi-lagi katanya), semua orang Islam, pada akhirnya di akhirat nanti pasti akan masuk surga. Walaupun memang jika yang berdosa, akan disiksa terlebih dahulu. Bener gak tuh?

Trus, gimana kabarnya dengan seorang non-muslim? Semua non-muslim pada akhirnya akan masuk neraka. Bener gak tuh? Gimana kalo ada seorang non-muslim yang selama di dunia, dia bener-bener berkelakuan baik, gak pernah sekalipun melakukan kejahatan. Hanya kurangnya, dia gak menyembah Allah. Trus, apa dong balasan atas semua perbuatan baik yang udah dia lakuin di dunia?

Lain halnya kalo ada seorang muslim, tapi selama di dunia, dia itu selalu berbuat jahat, berbuat dzalim. Tapi pada akhirnya akan tetap masuk surga?

Entahlah.

Gue cuma manusia biasa, yang masih cetek pengetahuannya tentang Agama Islam. Gak heran dong kalo gue masih mempertanyakan tentang banyak hal. Everything happens for a reason, rite? Pasti ada alasan dan penjelasan tentang semua itu. Gue aja yang masih belom nemuin semua itu. Mungkin itu alasan Allah nyuruh manusia untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya selama di dunia.

Wednesday, October 9, 2013

Good Thoughts

The Twits by Roald Dahl

Thursday, October 3, 2013

My Wish List


Setiap manusia pasti punya lah ya keinginan-keinginan dalam hidupnya. Gak terkecuali dengan gue. Gue sendiri pun punya kok beberapa keinginan yang harus gue wujudkan, seenggaknya sebelum gue meninggal hahaha yeeaa it sounds cheesy. Ya...semacem kayak di film The Bucket List gitu lah. Cuman bedanya, keinginan gue ini gak muluk-muluk.

Nonton persib
Nyetir bus atau truk
Foto di padang edelweis
Solo traveling
Bungee jumping
Diving
Paralayang
Kenapa nonton persib masuk dalam wish list? Sebenernya udah dari jaman SMA kepengen nyobain nonton bola langsung. Awalnya pengen nonton Persija, karena gue sekolah di Jakarta. Dan udah sering banget liat Jakmania yang menurut gue alay, norak, kampungan. Tapi jadi penasaran juga, kayak apa sih rasanya jadi mereka? Nonton bareng-bareng desek-desekan, nyanyi-nyanyi bareng, teriak-teriak. Trus gue jadi alay, norak, dan kampungan kayak mereka juga dong? Hahaha bodoamat. Namanya juga penasaran. Lalu, berhubung gue itu kan kuliah di Bandung, (hmm...Jatinangor sih sebenernya. Biar keren aja._.) sering ngeliat gerombolan bobotoh berkeliaran, trus kadang mereka suka rusuh ngerusak mobil-mobil plat B. Mereka fanatik banget kan kayanya... Nah jadi gue pengen aja nyobain nonton persib langsung bareng sama gerombolan bobotoh itu. Kaya apa sih rasanya, gimana sih euphoria nya. Agak tolol sih. Apa aja deh yang duluan kesampean, persija persib sama aja. Sampe sekarang belom kesampean sih...
Kenapa pengen nyetir bus atau truk? Ya pengen nyobain aja. Sesimple itu aja sih haha. Nyetir mobil pribadi udah biasa, nyetir motor apalagi. Pengen nyobain yang lain. Kalo kereta atau pesawat terbang kan gak mungkin. Susah._. Yang belom ya nyetir bus atau truk. Kaya apa sih rasanya? Susah gak sih? Pertanyaan-pertanyaan itu deh yang selalu muncul. Ya...sayangnya sampe sekarang juga belom kesampean. Udah sering nanya ke temen-temen kalo ada yang punya kenalan supir truk, juragan metro mini atau kopaja atau bus lainnya. Udah berjuta-juta kali juga mohon-mohon ke mama minta tanyain ke temen-temennya. Nihil. Sampe sekarang belom kesampean. Belom punya kenekatan yang begitu besar sih untuk nanya langsung ke supir bus atau truknya. Suatu saat deh...
Foto di padang edelweis! Nah kalo ini terdengar agak mainstream nih untuk saat ini. Setelah muncul film “5cm” itu, orang-orang jadi ikut-ikutan naik gunung juga. Tapi gue punya keinginan ini bukan karena habis nonton film “5cm” kok (biar dibilang apa sih, Vik? Biar dibilang gak mainstream?). Gak kok! Enggak! Hahaha. Semua tuh berawal waktu gue liat temen gue upload foto di Path. Dia upload foto waktu dia naik gunung Papandayan, dan dia foto juga di padang edelweis. Woah takjub dan terkesima gue (gak sih, gak selebay itu). Nah, dari situ deh pengen banget foto di padang edelweis. Berhubung padang edelweis itu ada di pegunungan, jadi ya mau gak mau harus naik gunung dulu deh. Udah beberapa kali merencanakan naik gunung, tapi rencana itu cuma sekedar wacana. Sekalinya naik gunung, cuma naik Gunung Geulis di Sumedang. Dan itu gak ada padang edelweisnya. Yaa...itung-itung pemanasan dulu lah sebelum naik gunung yang lebih tinggi.
Nah. Ini dia nih list nomor 4. Solo traveling. Keinginan ini juga gak sengaja terlintas di pikiran gue gitu aja sih. Awalnya sih karena gue udah biasa dan sering banget pergi kemana-mana sendirian (kasian...). Having “me time”, kayak ke mall sendirian, belanja sendirian, nonton sendirian. Itu udah jadi hal yang biasa banget deh buat gue, and I enjoy it. Ya...sebenernya karena keadaan juga sih awalnya. Selama 3 bulan (April, Mei, Juni) gue sendiri banget. Biasanya kan berdua mama, tapi mama lagi ke USA buat ketemu keluarga disana dan gue gak ikut gara-gara bentrok sama jadwal kuliah. Miris sih, iya miris banget sob miris. Yang laen liburan, nah elu ngebusuk di Jatinangor. Hampir tiap tahun sih gue ditinggal mama buat ke US untuk beberapa bulan. Jadi ya, udah biasa aja deh. Tapi sebenernya kalo ada mama juga gak ada bedanya sih, tetep aja ngapa-ngapain harus sendiri. Ditambah lagi dengan status gue yang lagi single. Tapi sekarang udah gak single kok (trus kenapa?). Ditambah lagi suka rempong kalo ngajak pergi temen-temen. Rempongnya kenapa? Rempong menyesuaikan jadwal! Jadi ya mendingan pergi sendiri aja. Gak ada deh manja-manja takut sendirian di jalan, gak kepikiran. Pemikiran jaman batu jahiliyah purba megalithikum itu mah (oke, skip). Yang ada gue gak akan kemana-mana kalo mikir kayak gitu mulu. Oke, lanjut!  Nah! (kebanyakan “nah” mulu ye daritadi) selain itu, ada satu alasan lagi yang bikin gue bener-bener pengen solo traveling. One day I bought a magazine, and there’s an article in there that talk about traveling. Judul artikelnya The Perks Of Being Young. Ya intinya sih artikel itu memberi saran untuk manfaatin masa muda lo. Disitu dibilang, manfaatin masa muda lo untuk traveling kemanapun. Emang selalu ada hambatan, saat muda lo punya banyak waktu dan tenaga untuk traveling tapi lo gak punya banyak budget untuk mewujudkan itu. Saat lo udah kerja, lo punya banyak uang dan tenaga, tapi lo gak punya banyak waktu untuk merealisasikannya. Dan saat lo udah tua, lo punya banyak waktu luang dan lo juga punya uang, tapi lo gak punya tenaga untuk bisa traveling sepuasnya. And I found a good quote in that article that said:
“Twenty years from now you’ll be  more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”—Mark Twain.
Dari situ deh gue pengen traveling, manfaatin masa muda gue deh. Walaupun gak banyak budget, gapapa deh jadi backpacker. Gue pernah dua kali pulang dari USA ke Indonesia sendirian. Iya sendirian sob. Karena keadaan juga sih yang memaksa gue  pulang sendirian. Yang pertama itu di tahun 2011 kalo gak salah. Gue pulang naik pesawat United Airlines dari Washington, transit di Narita Jepang, ganti pesawat Japan Airlines, transit lagi di Singapore, baru deh naik Garuda Airlines menuju Jakarta. Yang kedua, gue pulang dari USA naik Turkish Airline dari Washington, transit di Turki, transit lagi di Singapore, dan baru deh ke Jakarta. Kalo cuma sendirian di pesawat trus transit nunggu pesawat gak termasuk solo traveling sih hahahahahahahahahahaha.
Dan untuk mengawalinya, gue merencanakan untuk berlibur ke pulau Dewata bareng temen-temen. Nah, lagi-lagi ini cuma jadi sekedar wacana. Seperti yang gue bilang di atas bahwa kalo ngajak pergi sama temen itu rempong! Rempong menyesuaikan jadwalnya. Udah semangat-semangat, eeeh ujungnya pada gak bisa. Yaudah dari situ gue memutuskan untuk pergi sendiri ke Bali. Iya SENDIRI. Gue langsung beli tiket pesawat dari Jakarta ke Denpasar. Gue berangkat tanggal 30 Juni dan pulang tanggal 4 Juli. Gue gak mikirin gimana nanti gue disana, kalo kebanyakan mikir, ntar yang ada malah gak jadi lagi. Bodo amat deh nanti disana gimana. Palingan nyasar, ya kalo nyasar juga tinggal nanya kan? Haha. Lagi-lagi, gak ada deh manja-manja takut sendirian di jalan, takut kenapa-kenapa. Buang jauh-jauh deh pemikiran itu. Ya...itu sih pendapat gue ya, balik lagi ke pribadi masing-masing deh hahaha.
Bungee jumping, diving, paralayang? Yaudah, satu paket deh tuh. Kenapa pengen itu? Yaudah pengen aja gitu haha. Bungee jumping, paralayang, permainan di ketinggian kan tuh. Nah gue itu takut ketinggian. Ya...conquer the fear lah haha.
Untuk diving, gue udah mewujudkannya. Wooaa bravo bravo. Waktu ke Bali, sekalian aja deh tuh gue ke Tanjung Benoa trus disana gue diving, main jetski, sama parasailing. Main jetski sama parasailing biasa aja ah. Gak seru. Yang seru itu.....diving! Huhuhu akhirnya diving juga. Emang gak keren-keren banget sih biota bawah laut di Tanjung Benoa, ya gapapa lah untuk permulaan. Yang penting ngerasain dulu gimana rasanya diving. Suatu saat gue harus diving lagi, di tempat yang lebih keren, tapi tetep di laut Indonesia Raya dong pastinya. Hiduplah Indonesia Raya...

Seperti Jazz?


Apakah hidup seperti jazz? Kehidupan, seperti jazz, memang penuh improvisasi. Banyak peristiwa tak terduga yang harus selalu kita atasi. Kita tak pernah tahu ke mana hidup ini akan membawa kita pergi. Kita boleh punya rencana, punya cita-cita, dan berusaha mencapainya, tapi hidup tidak selalu berjalan seperti kemauan kita. Barangkali kita tidak pernah mencapai tujuan kita. Barangkali kita mencapai tujuan kita, tapi dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan. Barangkali juga kita tidak punya tujuan dalam hidup in, tapi hidup itu akan selalu memberikan kejutan-kejutannya sendiri. Banyak kejutan. Banyak insiden. Seperti jazz? Entahlah.
JAZZ PARFUM DAN INSIDEN, oleh Seno Gumira Ajidarma. 

Dear, God.


Ceritanya, di tahun 2012 ini Allah ngasih gue dan mama kesempatan lagi untuk ketemu dan kumpul sama keluarga gue yang tinggal di USA. Just fyi, gue anak ke-4 dari 5 bersaudara. Tiga kakak gue dan satu-satunya adik yang gue punya tinggal di USA semua. Papa udah meninggal di tahun 2008 lalu. Well, yang tinggal di Jakarta jadinya cuma gue dan mama. Ya, kami tinggal hanya berdua. Tinggal jauh pula dari sodara-sodara. Gue disini gak akan cerita tentang pegalaman gue selama liburan di USA, gue cuma mau cerita sedikit gimana kehidupan gue sekarang.

Satu persatu orang yang gue sayang pergi. Pertama kakak gue yang pertama milih untuk tinggal dan berumah tangga di USA. Disusul kakak gue yang ke-3 yang milih untuk nerusin kuliah disana. Selang beberapa tahun, tepatnya di tahun 2008, satu lagi orang yang gue sayang harus pergi. Tapi kali ini pergi untuk selamanya. Ya, papa meninggal di tahun 2008 karena sakit kanker paru-paru.

Gak berapa lama setelah papa meninggal, kakak gue yang ke-2 juga mutusin untuk tinggal dan berumah tangga di USA. Jujur, awalnya gue sempet kesel dan gak habis pikir kenapa kakak-kakak gue lebih milih untuk tinggal berjauhan sama mama dan disaat papa juga udah gak ada. Kenapa sih mereka gak stay di Indonesia aja? Papa kan udah gak ada loh, trus siapa yang jagain mama? Ya...tapi yaudahlah ya, mungkin itu udah keputusan yang terbaik juga buat mereka.

Dan.....di tahun 2011, adik gue, Ica, juga milih untuk ngelanjutin high school di USA. Ini nih, yang bener-bener bikin sedih. Di sisi lain, gue ngedukung keinginan adik gue karena mungkin itu juga bagus buat dia. Ya..tapi..di sisi lain..berat banget sebenernya buat gue ngelepas adik gue. Walaupun gue sering banget berantem sama dia, tapi gue sayang banget sama dia. Cuma dia yang kalo di rumah jadi temen ngobrol gue, temen jalan-jalan gue. Begitu juga buat mama. Diantara kelima anak mama, cuma Ica yang paling deket sama mama. Setelah papa meninggal, Ica yang nemenin mama tidur. Mama kalo tidur harus dikekepin sama Ica. Setelah Ica pindah tuh berasa banget sepinya.

Kadang gue suka mikir, kenapa sih waktu itu gue keukeuh banget milih untuk kuliah di UNPAD dimana gue juga harus tinggal jauhan sama mama. Kenapa sih Papa harus pergi secepet ini. Gue masih butuh Papa, Mama juga masih butuh Papa, semua anak-anak Papa masih butuh Papa. Kebanyakan ‘kenapa sih’ mulu ye gue. Dasar lemah. Ngeluh mulu.

Disaat gue satu-satunya anak mama yang bisa diandelin untuk nemenin dan jagain mama terus, gue malahan harus tinggal jauhan juga sama mama. Ini salah satu keputusan yang gue ambil yang masih sering gue sesalkan. Kalo gue kuliah di Jakarta kan gue bakalan selalu ada buat Mama. Setiap gue pulang ke Jakarta, mama tuh seneng banget. Yang biasanya mama jarang masak di rumah karena cuma sendirian di rumah, tapi kalo gue pulang mama selalu masak buat gue. Mama gak pernah marah sama gue, mama itu juga sosok sahabat buat gue, mama itu temen curhat tentang semuuuuaaa keluh kesah gue.

Itu alasan yang bikin gue harus menyempatkan pulang ke Jakarta setiap minggu. Terserah orang mau bilang apa. Mau bilang gue gak ada kerjaan kek tiap minggu pulang, apa kek. Just whatever. I don’t even care. Gue cuma mau nemenin mama. Cuma gue yang mama punya, disaat sodara-sodara dia gak bisa diandelin. Semakin kesini, gue udah gak nyeselin pilihan gue kuliah di UNPAD. Justru memotivasi gue biar cepet-cepet kelarin kuliah biar gak tinggal jauhan lagi sama mama.

Dari kisah hidup gue yang gak ngenakin dan gak sesuai dengan apa yang gue harapkan dan inginkan, gue masih bisa sangat bersyukur masih bisa hidup. Walaupun tinggal berjauhan, gue masih dikasih rejeki dan dikasih kesempatan sama Allah untuk ketemu dan kumpul sama keluarga gue. Gue masih bisa hidup berkecukupan. Gue masih bisa hidup layak, gue masih bisa makan enak, gue masih bisa melanjutkan pendidikan yang layak.

Tapiiii, tetep aja yang namanya manusia gak pernah ada puasnya. Kadang gue suka ngeluh sama Allah. Kenapa sih gue begini? Kenapa sih hidup orang lain lebih enak? Kenapa sih kok begini yaAllah? Kenapa sih? Kenapa? Sampai suatu saat gue pernah baca kata-kata yang intinya gini:

Disaat lo gak suka dan selalu mengeluh dengan kehidupan lo, ada orang lain yang ingin punya kehidupan kaya lo.

Sekarang, tinggal gimana caranya gue bisa manfaatin kehidupan gue sebaik-baiknya. Terdengar klise sih ya. Yaudahlah iyain aja ya haha. Setelah sekarang gue hanya tinggal berdua sama mama, gue harus jadi orang yang selalu bisa mama andalkan. Insya Allah gue akan selalu doain orang-orang yang bener-bener gue sayangin. Semoga Allah selalu jagain mereka dimanapun mereka berada. Well..... The most important thing in my life is my family. And the time when you reallIy miss them, it just feels so sad, and so bad. I’m just waiting for the time when me and my family get together again, and no longer live separately thousand miles away.

Menyeh deh lo, Vik.

Akhir kata nih, kalo kata Avenged Sevenfold:

“Dear God, the only thing I ask of you is to hold her when i’m not around, when i’m much too far away”
“...cause i’m lonely, and i’m tired...i’m missing you again...”

Buat mama, dan buat adik gue satu-satunya yang paling gue sayang. Cirambai T­_T

Wednesday, October 2, 2013

Nilai

Aku jadi tahu bahwa setiap lingkungan memiliki nilai-nilainya sendiri. Di dunia peragawati manusia dipuja berdasarkan panjang kaki yang dimiliki. Di dunia tulis-menulis berdasarkan berapa banyak buku yang dibaca atau ditulis. Di tempat lain dengan kriteria lain. Setiap nilai memiliki pemenang dan pecundangnya masing-masing. Di situlah aku berpikir bahwa, demi keadilan setiap manusia, memang sebaiknya ada banyak sistem nilai. Sehingga, orang yang terpinggirkan di satu sistem nilai bisa mendapatkan tempat di sistem nilai lain. Setidaknya, memperkecil kemungkinan orang terpinggirkan. Tak ada manusia yang ingin terpinggirkan. Dan jangan kita mencoba mencari totalitas nilai. Jangan kita membikin hirarki kesempurnaan. Dari pengalaman inilah aku sungguh-sungguh percaya bahwa keberagaman itu perlu, demi keadilan dan kemanusiaan.
-Pengakuan Eks Parasit Lajang by Ayu Utami

Thursday, September 12, 2013

Mama & Papa

Mama itu sumber kebahagiaan. Sumber kebahagiaan buat gue. Sampai-sampai gue gak begitu inget momen-momen paling berkesan sama mama. Gue justru paling inget jelas momen-momen gak menyenangkan, yaitu waktu gue ditinggal pergi mama dalam waktu yang lama. Kelak, kalo gue ditanya tentang memori paling indah sama mama, pasti gue gak bisa jawab. Karena banyak. Dan gue gak bisa nentuin memori paling indah sama mama. Bisa ngerasain punya mama, dirawat mama, hidup sama mama, itu memori paling indah. Itu berarti, memori seumur hidup gue sama mama, jadi memori yang paling indah. Kalo kata Ayu Utami, "Ia (mama) seperti rahim dan aku bayi. Aku tak bisa melihatnya tapi ketika terlepas darinya aku menjerit mau mati. Ia adalah udara. Aku tak menyadarinya, tapi jika ia tak ada aku tak bisa bernafas." 

Lain halnya kalo gue ditanya momen-momen bahagia sama Papa. Misalnya, waktu gue ulang tahun, papa ngajak ke Toys City dan gue boleh milih mainan apa aja sebagai kado ulang tahun. Dan gue ngambil boneka Barbie, Play Dough, binder Mickey Mouse, boneka rambut kuning. Misalnya lagi, kalo papa lagi duduk di kursi dan pake sarung, gue suka gelayutan di sarungnya kayak main ayun-ayunan. Gue juga suka berdiri sambil nginjek kaki papa trus gue pegangan sama papa trus papa jalan. Jadinya gue jalan di atas kaki papa. Waktu kecil, gue suka dipangku kalo papa lagi nyetir, trus pura-puranya gue yang nyetir mobil. Belagak sok pembalap trus main klakson seenaknya. Dan misalnya yang lain, waktu outbound di puncak dari kantornya, ada games ayah dan anak. Main panjang-panjangan gesper ayahnya.  Trus papa kalah, gespernya pendek banget. Gue sedih. Padahal perut papa itu udah jemblung banget dan gue optimis bakal menang. Gak taunya ada yang lebih jemblung dari papa. Papa juga pernah kelimpungan waktu ditinggal mama ke US. Papa mau sok-sokan masak nasi goreng sehat. Gak taunya rasanya gak enak, gosong, hancur. Gue sedih, karena disuruh makan juga. Tapi itu lucu.

Itu semua beberapa kenangan masa kecil dan remaja gue sama papa. Hal-hal sederhana gitu bisa gue inget karena, papa jarang bisa punya waktu sama anaknya. Papa sibuk kerja cari nafkah. Papa jarang hangat. Semakin gue besar, semakin gue ngeliat papa sebagai wujud kewibawaan. Gue ngerasa enggan sekaligus segan untuk sekedar becanda-becanda sama papa. Gue pun pernah mengalami saat dimana gue sebel, kesel, gondok sama papa. Tapi itu semua udah lewat. Papa udah gak ada. Tapi kenangan-kenangan tentang papa tetep ada. Saat papa udah gak ada, gue baru merasakan penyesalan yang dalem banget. Kenapa dulu gue gak berusaha untuk bisa deket sama papa? Nyesel, yang sampe sekarang kalo keingetan lagi bikin nyesek. Kalo papa bisa baca tulisan ini, Vika pengen papa tau kalo Vika itu sebenernya sayang banget sama papa. 

Thursday, November 22, 2012

Implementasi Perkembangan Teknokom Terhadap Peran Dan Tugas PR


Public Relations merupakan fungsi manajeman yang membantu menciptakan dan saling memelihara alur komunikasi, pengertian, dukungan, serta kerja sama suatu organisasi atau perusahaan dengan publiknya dan ikut terlibat dalam menangani masalah-masalah atau isu-isu manajemen. PR membantu manajemen dalam penyampaian informasi dan tanggap terhadap opini publik. PR secara efektif membantu manajemen memantau berbagai perubahan (Seitel, 1992:8).
Rumanti (2005:39) mengelompokkan tugas dan peran PR menjadi lima bagian yaitu: 1.) menyelenggarakan dan bertanggungjawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, 2.) memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat, 3.) memperbaiki citra organisasi, 4.) tanggung jawab sosial, 5.) komunikasi, yaitu melakukan komunikasi timbal-balik.
Bentuk dan teknik Public Relations mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi. Jika dahulu kegiatan public relations harus dilakukan langsung di hadapan publik, kini hal tersebut tidak perlu lagi karena telah adanya perkembangan teknologi komunikasi. Seorang PR dapat menggunakan berbagai teknologi canggih yang telah ada. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi, ada pula implikasinya terhadap peran dan tugas PR. Adanya perkembangan teknologi komunikasi, juga membuat adanya perkembangan dalam cara kerja seorang praktisi PR dalam melaksanakan peran dan tugasnya.
Implementasi itu sendiri secara harfiah memiliki arti penerapan. Dalam prakteknya penerapan teknologi komunikasi harus didahului oleh penguasaan keterampilan mengoperasikan teknologi komunikasi tersebut oleh para praktisi PR. Karena tanpa adanya penguasaan keterampilan teknis, teknologi komunikasi tidak mungkin diterapkan oleh para praktisi PR. Disinilah seorang praktisi PR dituntut untuk dapat mengimplementasikan teknologi komunikasi saat ini.
Selanjutnya, perkembangan teknologi komunikasi membawa dampak peran seorang praktisi PR harus menguasai teknologi-teknologi komunikasi yang ada saat ini. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Public Relations merupakan teknik penyampaian pesan kepada publik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan bertujuan untuk menciptakan citra positif bagi perusahaan di mata publik. Dalam proses penyampaian pesan tersebut, seorang praktisi PR dituntut untuk menguasai serta menggunakan berbagai teknologi komunikasi masa kini sebagai media PR. Oleh karena adanya perkembangan teknologi komunikasi, teknik penyebaran arus informasi juga semakin berkembang karena adanya teknologi komunikasi tersebut.
Teknik PR ini juga dipengaruhi oleh siapa dan bagaimana target audiens, tergantung dari ketertarikan atau interest audiens yang dimaksud. Hal ini juga akan mempengaruhi bagaimana bentuk pesan yang akan disampaikan. Semakin beragam target audiens yang dituju, maka harus semakin tinggi pula teknologi penyampaian pesannya sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Teknologi komunikasi digunakan seorang praktisi PR sebagai media PR.
Teknologi komunikasi sebagai media PR dapat mempermudah seorang praktisi PR dalam melaksanakan kegiatan PR. Perkembangan teknologi komunikasi sebagai media PR sudah berkembang dari media sangat tradisional/kuno, media tradisional sampai media kontemporer. Kajian baru dalam Ilmu PR adalah PR on the Net atau Cyber PR. Secara perkembangan sejarah mulai dari  Public Relations (PR) kuno sampai  sekarang munculnya PR modern, maka media yang digunakan terbagi ke dalam tiga bentuk yaitu media sangat tradisional atau kuno, media tradisional atau konvensional, dan media masa kini atau kontemporer.
Beragam alat dan teknologi komunikasi pada intinya memang dibutuhkan para praktisi PR agar apa yang mereka buat dan lakukan menjadi lebih efisien dan efektif. Sejak awal tahun 90-an, media tradisional seperti surat kabar, majalah, televisi, dan radio telah menjadi media yang digunakan oleh para praktisi PR. Walaupun jenis media tersebut sudah dominan digunakan dalam perkembangan dunia PR, perkembangan teknologi komunikasi membuat munculnya media PR baru, seperti media massa online, media massa non-online, dan social media online. Media masa kini tersebut biasa disebut dengan media PR kontemporer. Munculnya teknologi komunikasi saat ini tentunya memiliki implikasi terhadap tugas dan peran para praktisi PR.
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kajian baru dalam ilmu PR adalah PR on the net atau Cyber PR, yang merupakan penggunaan internet sebagai sarana publisitasnya. Fenomena Internet memang sedang memasuki ke segala pelosok kehidupan masyarakat, kita dibuat terkejut oleh perkembangan pengguna internet yang sedemikian pesat. Contoh dari e-PR atau penggunaan media internet dalam kegiatan PR adalah newspaper online, magazine online, digital radio, digital television, chatting (interpersonal communication), teleconference (group communication), videoconference (group communication), facebook, twitter, foursquare, blog, dan sebagainya.
Saat ini yang tengah hangat berkembang di masyarakat adalah media jejaring sosial atau social media networking. Contohnya seperti yang telah disebutkan di atas yaitu Facebook, Twitter, Foursquare, blog, Path, dan lain sebagainya. Jejaring sosial tersebut menjadi media yang efektif dalam membangun personal maupun corporate branding. Praktisi PR tidaklah cukup jika hanya dapat mengaplikasikan jejaring sosial tersebut, tetapi PR juga dituntut untuk meng-up date pengetahuan yang dimiliki. Praktisi PR tidak mungkin menolak atau melawan perkembangan teknologi komunikasi ini. Dengan kehadiran berbagai media kontemporer tersebut justru harus membuat PR lebih kreatif.
Cyber PR menjadi sebuah tantangan sekaligus cara baru bagi praktisi PR masa kini untuk selalu terus mengasah kemampuannya. Tidak dipungkiri di masa mendatang akan ada teknologi-teknologi komunikasi lain yang diciptakan. Hal tersebut juga tentu akan berimplikasi terhadap peran dan tugas PR. Praktisi PR di masa mendatang juga harus menguasai teknologi komunikasi yang ada. Tentunya hal tersebut agar pesan tersampaikan dengan efisien dan efektif.

Sumber Referensi:


Ardianto, Elvinaro dan Soleh Soemirat. 2010. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung: Rosdakarya

http://retnowulan.net/2010/08/cyber-pr/

Menuju Masyarakat Informasi


Pada era globalisasi ini, perkembangan teknologi komunikasi tak bisa terelakkan lagi. Teknologi komunikasi dan informasi semakin canggih. Kemajuan dan perkembangan teknologi komunikasi tersebut suatu informasi dapat diterima secara luas dalam waktu yang relative singkat. Akan tetapi, perkembangan teknologi komunikasi tersebut tidak seiring dengan pemanfaatannya oleh masyarakat di Indonesia. Saat ini yang menjadi masalahnya adalah bagaimana terobosan inovasi teknologi komunikasi dan informasi tersebut dapat diterapkan dan  diadopsi oleh masyarakat Indonesia.
Implementasi teknologi  komunikasi dari sejauh mana sebuah teknologi komunikasi itu mampu membuka akses pada berbagai jaringan informasi. Jadi, semakin banyak jaringan informasi yang bisa diakses oleh suatu teknologi komunikasi, maka semakin banyak pula masyarakat yang mengimplementasikannya. Akan tetapi, hal tersebut hanya berlaku pada masyarakat informasi saja. Apakah saat ini masyarakat Indonesia sudah sepenuhnya merupakan masyarakat informasi? Jawabannya adalah tidak. Sebenarnya, apakah pengertian dari masyarakat informasi itu?
Masyarakat informasi adalah istilah untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru. Pengertian lain dari masyarakat informasi adalah masyarakat yang aktivitas—kreasi, distribusi, difusi, penggunaan, serta manipulasinya—terhadap informasi sangat signifikan di bidang ekonomi, sosial maupun budaya.
Saat ini masyarakat di Indonesia masih belum sepenuhnya menjadi masyarakat informasi. Di  Indonesia masih ada suatu kesenjangan digital yang terjadi di kalangan masyarakat. Kesenjangan digital memiliki arti sebagai suatu kesenjangan diantara satu individu, rumah tangga, bisnis, (kelompok masyarakat) dan area geografis pada tingkat sosial ekonomi yang berbeda dalam hal kesempatan atas akses teknologi komunikasi dan informasi dan penggunaan internet untuk beragam aktivitas. Jadi, sebenarnya kesenjangan digital itu mencerminkan berbagai kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dan merupakan akibat perbedaan pemanfaatannya dalam suatu negara dan atau antar negara.
Contoh kasus kesenjangan sosial terlihat secara nyata di kalangan masyarakat di Indonesia. Jika di perkotaan, masyarakat sudah tidak asing lagi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi, seperti contohnya computer dan internet. Akan tetapi, sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan yang masih sangat kurang pengetahuannya mengenai teknologi komunikasi dan informasi. Ketimpangan tersebut dapat berupa ketimpangan yang bersifat fisik, atau yang bersifat skill atau keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berperan serta sebagai masyarakat informasi atau warga digital. Ada empat hal yang menyebabkan terjadinya kesenjangan digital, yaitu infrastruktur, kurangnya skill atau keterampilan, kurangnya isi atau konten, kurangnya pemanfaatan akan internet itu sendiri.
Disinilah peran pemerintah sangat dibutuhkan, bagaimana pemerintah dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kesenjangan digital yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia dan membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat informasi. Hal ini sesuai dengan teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers. Teori difusi inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial. Ini merupakan suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. Dalam proses difusi inovasi terdapat empat elemen pokok, yaitu inovasi atau gagasan, saluran komunikasi (alat untu penyampaian pesan-pesan inovasi), jangka waktu (proses keputusan inovasi), dan sistem sosial (kumpulan unit yang berbeda secara fungsional).
Pemerintah dalam hal ini diharapkan dapat memberikan atau melakukan inovasi-inovasi baru melalui saluran-saluran tertentu kepada masyarakat Indonesia. Contohnya, pemerintah dapat membuat undang-undang untuk menjadi masyarakat informasi yang baik dan benar. Dalam hal ini, peran masyarakat, khususnya knowledge society seperti ‘orang IT’  juga sangat membantu dalam mewujudkan masyarakat informasi di Indonesia. Jadi, jika hanya pemerintah yang bergerak, akan sulit untuk mewujudkan citi-cita mencapai masyarakat informasi di Indonesia. Harus ada kerjasama antara pemerintah dan rakyat Indonesia.

Sumber Referensi:

http://kesenjangandigitalbppn.blogspot.com/

http://fajaws.wordpress.com/2012/06/20/mii-masyarakat-informasi-indonesia/

Ardianti, Elvinaro dkk. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Dampak Posotif Dan Negatif Teknologi Komunikasi



Seperti yang telah dijelaskan diatas dalam teori Determinism Technological oleh Marshall McLuhan pada tahun 1962, bahwa “Technology has changed the way we communicate”.  Maksudnya, perubahan yang terjadi pada berbagai cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Pada awalnya, manusialah yang membuat teknologi tersebut, tetapi lambat laun teknologilah yang justru mempengaruhi apa yang dilakukan oleh manusia tersebut. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku dalam masyarakat dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi kea bad teknologi lain.
Dari perspektif teori tersebut, dapat dilihat bahwa perkembangan teknologi tidak selalu memiliki dampak yang positif. Perkembangan teknologi tentu saja akan disertai oleh berbagai dampak dan konsekuensi yang menyertainya yang berpengaruh pada masa depan dunia kehidupan. Dibalik segala dampak positif dan segala kemudahan yang diagung-agungkan oleh perkembangan teknologi saat ini, ada juga sisi buruk atau negative dari perkembangan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi saat ini juga berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, tentu saja seperti yang telah disebutkan diatas bahwa dampaknya ada yang positif maupun negative.
Secara positif, dalam kehidupan sosial, perkembangan teknologi telah sangat membantu masyarakat dunia untuk saling berkomunikasi atau terhubung dengan kerabat, keluarga, teman lama, dan sebagainya. Sebagai contohnya, tak perlu jauh-jauh, saya sendiri merasakan dampak positif tersebut. Saya memiliki tiga orang kakak yang sudah berumah tangga dan satu orang adik yang sekarang tinggal di Amerika, sedangkan saya dan ibu saya tinggal di Indonesia. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi, membuat kami sekeluarga tetap bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan baik. Kami biasa berkomunikasi menggunakan telepon, chatting melalui blackberry messenger, atau video call menggunakan Skype.
Contoh di atas merupakan salah satu contoh dampak positif dari teknologi internet. Internet menjadi sebuah lifestyle atau gaya hidup bagi masyarakat. Banyak situs yang menjadi pusat komunikasi sosial seperti Facebook, Twitter, Path, dan masih banyak lagi. Contoh lain dari dampak positif yang ditimbulkan dengan adanya internet adalah kita bisa mencari teman baru, share foto, mengetahui berita-berita terbaru dari penjuru dunia dalam waktu singkat, dan sebagainya.
Dibalik dampak positif teknologi komunikasi yang telah disebutkan, ada pula dampak-dampak negatifnya. Dalam kehidupan sosial, teknologi komunikasi memberikan dampak negative terhadap kualitas dari hubungan sosial yang dijalin. Hal ini dapat dilihat dari fenomena masyarakat saat ini lebih nyaman mencari teman dan behubungan dengan teman di dunia maya daripada aktif pada kegiatan organisasi organisasi yang lebih dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih berkualitas. Sebagai contoh dampak negative teknologi komunikasi dapat dilihat dari jejaring sosial Facebook dan Twitter. Banyak yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman di Facebook atau followers di Twitter. Akan tetapi, hal tersebut hanya terjadi di dunia maya saja, pada dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa teman yang biasa menemani keseharian mereka. Mereka cenderung lebih nyaman bersosialisasi di dunia maya atau online dan tidak mampu untuk berbaur dengan masyarakat di dunia nyata. Padahal jika dipikir-pikir, apabila terjadi suatu hal yang krusial dalam kehiduoan kita, yang bisa membantu adalah orang-orang yang tinggal atau hidup di sekitar kita, bukan orang-orang yang kita kenal di dunia maya.
Dampak  negative lain dari perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat adalah ketika masyarakat mulai mengerti tentang perkembangan teknologi yang ada, maka saat itulah masyarakat mulai mencari tahu segala hal termasuk mengakses informasi yang berbau pornografi. Hal tersebut dapat terjadi karena pengguna internet tidak ditentukan segmentasinya sehingga anak dibawah umur juga bisa mengakses hal-hal yang berbau porno tersebut.
Selain itu, contoh lain dari dampak negative dari perkembangan teknologi komunikasi adalah membuat orang jadi terpencil dari lingkungan sosial. Contoh kasusnya terjadi pada teman saya di kampus. Mayoritas teman-teman sekelas saya di kampus telah menggunakan ‘Blackberry’, hanya tinggal beberapa orang saja yang masih menggunakan hand phone jenis lain. Dengan seperti itu, berita-berita atau informasi baik mengenai dunia perkuliahan atau lainnya selalu dibahas di Group BBM (BlackBerry Messenger). Hal tersebut membuat beberapa orang yang tidak memakai atau mempunyai hand phone Blackberry menjadi ketinggalan berita serta informasi, dan jadi terpencil dari lingkungan sosial. Mereka cenderung jarang ikut berkomunikasi karena tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan.
Akan tetapi dari semua hal tersebut, perkembangan teknologi komunikasi tidak dapat dipungkiri mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa sehingga mampu mempengaruhi kita untuk memiliki dan mengetahuinya. Sekarang yang jadi point utamanya adalah terletak pada diri kita sendiri, yaitu bagaimana kita menyikapi setiap perkembangan teknologi komunikasi tersebut menjadi suatu hal yang positif yang mampu menjangkau setiap elemen atau kalangan masyarakat. Masyarakat kelas sosial bawah belum tentu dapat dengan baik menerima perkembangan teknologi komunikasi tersebut. Oleh karena itu, marilah kita mulai berpikir bagaimana perkembangan teknologi komunikasi ini mampu menjangkau masyarakat kalangan bawah sehingga dapat digunakan secara efisien, dan mari kita sikapi perkembangan teknologi komunikasi dengan hal-hal yang positif.

Sumber Referensi:

http://husadaindah.wordpress.com/2012/02/15/dampak-perkembangan-teknologi-komunikasi-terhadap-kehidupan-sosial/

http://bidamalva.wordpress.com/2011/06/01/pengaruh-perkembangan-teknologi-terhadap-public-relation-dan-periklanan/

Technological Determinism Theory


“Technology has changed the way we communicate” begitulah kutipan dari teori technological determinism dari Marshall McLuhan pada tahun 1962. Dasar dari teori ini adalah bahwa perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Dalam teori ini, Marshall McLuhan menegaskan bahwa pola kehidupan manusia ditentukan oleh perkembangan dan jenis teknologi. Dapat diartikan bahwa setiap tindakan atau kejadian yang dilakukan oleh manusia adalah sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Sebenarnya pada awalnya, manusia lah yang membuat teknologi tersebut, tetapi lambat laun teknologi itulah yang justru mempengaruhi apa yang dilakukan oleh manusia.
Sebagai contoh, pada zaman dahulu belum adanya alat komunikasi Hand Phone dan juga jaringan internet, dan dengan tanpa adanya dua perangkat komunikasi tersebut kehidupan manusia pada saat itu biasa saja. Akan tetapi sekarang dengan ketergantungan pada dua perangkat itu manusia menjadi sangat tergantung.
Dalam konsep McLuhan ini, terdapat 3 kerangka urutan pemikiran:  1.) penemuan-penemuan hal baru dalam bidang teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya, 2.) perubahan komunikasi manusia membentuk eksistensi kehidupan manusia, 3.) “We share our tools, and they in turn shape us” (kita membentuk alat-alat yang kita perlukan dan sekarang giliran alat-alat tersebut yang membentuk diri kita. Dalam teori ini, McLuhan juga membagi perkembangan teknologi komunikasi kedalam empat periodisasi, yaitu:
1.       Tribal Age (budaya ucap dan lisan),
2.       Literate Age (alphabet fonetis, yaitu symbol-simbol digunakan untuk komunikasi, tanpa harus bertatap muka)
3.       Print Age (penulisan teks secara massal)
4.       Electronic Age (ditandai dengan adanya telegraf yang menjadi awal periode fregmentasi masyarakat musnah)

Sumber Referensi:

http://media.kompasiana.com/new-media/2012/11/07/perkembangan-teknologi-komunikasi-teori-utopia-dan-teori-determinisme-507307.html

Implikasi Perkembangan Teknokom Terhadap Karakteristik Dari Bentuk Komunikasi Interpersonal, Massa, dan Interaktif

Pada era globalisasi ini ditandai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih, termasuk teknologi komunikasi. Kata Teknologi berasal dari kata latin texere yang berarti to weave (menenun) atau  to construct (membangun) (Rogers, 1986). Teknologi sendiri bisa berupa sebuah cara atau solusi, bisa juga berupa peralatan yang bisa memudahkan manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jadi tidak perlu heran lagi jika ada yang namanya teknologi komunikasi.
Sedangkan menurut Onong Uchjana Effendy, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) maupun secara tidak langsung (melalui media). Dari kedua kata tersebut, dapat ditarik suatu pengertian dari Teknologi Komunikasi (Teknokom), yaitu peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi dengan individu-individu-individu lain (Rogers, dalam Abrar. 2003).
Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat mempunyai implikasi kepada karakteristik dari bentuk komunikasi interpersonal, komunikasi massa, dan interaktif. Seperti yang kita ketahui bahwa awalnya manusia hanya bisa berkomunikasi secara interpersonal atau komunikasi tatap muka yang melibatkan dua atau tiga orang. Hingga akhirnya sampai saat ini dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi membuat adanya komunikasi interaktif dan komunikasi massa. Hal tersebut tentu saja semakin mempermudah kita sebagai manusia dalam berkomunikasi.
Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi tersebut, ada pula implikasinya terhadap karakteristik kepada karakteristik dari bentuk komunikasi interpersonal, komunikasi massa dan interaktif. Arus pesan Komunikasi Interpersonal bersifat ‘one to many’ yaitu dari satu ke banyak. Dalam hal ini, jumlah peserta komunikasi serjumlah antara  dua atau tiga orang. Untuk Komunikasi Interaktif bersifat ‘many to many’ yaitu dari banyak sumber ke banyak orang. Sedangkan arus pesan Komunikasi Massa bersifat ‘one to many’ yaitu dari satu sumber ke banyak penerima. Maksudnya, bahwa media massa itu merupakan media yang terlembagakan, lalu pesan dari satu lembaga disebarkan ke banyak orang.
Karakteristik selanjutnya adalah sumber pengetahuan terhadap audiens. Dalam  Komunikasi Interpersonal, sumber memiliki pengetahuan terhadap penerima karena adanya faktor kedekatan hubungan antara sumber dan penerima. Dalam Komunikasi Interaktif, sumber mungkin memiliki kesepakatan dengan partisipan secara interaktif. Untuk Komunikasi Massa, sumber memiliki sedikit pengetahuan tentang audiens. Hal tersebut dikarenakan banyaknya partisipan dalam proses komunikasi massa.
Karakteristik yang ketiga adalah dilihat dari segmentasi. Untuk Komunikasi Interpersonal memiliki segmentasi yang tinggi (demassified), maksudnya kekhususan pesan ini tinggi karena komunikasi yang beranggotakan beberapa penerima saja. Untuk Komunikasi Interaktif sama seperti komunikasi interpersonal yaitu memiliki segmentasi yang tinggi (demassified). Hal ini dikarenakan keadaan (dari arus pesan, sumber pengetahuan terhadap audiens) masih memungkinkan untuk mengirim pesan khusus. Dan untuk Komunikasi Massa memiliki tingkat segmentasi yang rendah (massified). Hal ini dikarenakan komunikasi yang terjadi dari satu sumber ke banyak, sehingga menggunakan bahasa yang tidak khusus agar mudah dimengerti.
Selanjutnya untuk karakteristik yang keempat adalah tingkat Interaktif. Komunikasi Interpersonal tingkat interaktifnya tinggi. Jumlah penerima mempengaruhi tingginya tingkat interaktif. Komunikasi Interaktif memiliki tingkat interaksinya sama dengan komunikasi interpersonal yaitu tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya sumber terhadap penerima juga tuntutan berinteraksi. Komunikasi Massa tingkat interaktifnya rendah. Dikarenakan satu sumber, banyak penerima dan juga pengetahuan sumber yang sedikit tentang penerima membuat komunikasi ini tidak interaktif.
Karakteristik yang kelima adalah dilihat dari Feedback. Komunikasi Interpersonal ini bersifat transaksional. Dalam komunikasi interpersonal, feedbacknya bersifat segera karena mencakup aspek hubungan pribadi. Untuk Komunikasi Interaktif, feedback kadang terbatas, langsung, dan tertunda. Hal tersebut dikarenakan arus pesan yang ‘many-to-many’ dan juga media yang digunakan. Lalu untuk Komunikasi Massa, dikarenakan arus pesan yang ‘one to many’, sumber yang sedikit mengetahui tentang penerima, rendahnya segmentasi dan tingkat interaktif, maka membuat feedback yang diterima sangat terbatas dan tertunda.
Lalu untuk karakteristik yang keenam adalah Asynchronicity, yaitu kesinkronan dalam pengiriman dan penerimaan pesan. Komunikasi Interpersonal memiliki asynchronicity yang rendah, karena tingginya proses transaksional antara sumber dan penerima dan juga dipengaruhi feedback yang langsung. Komunikasi Interaktif memiliki asynchronicity yang tinggi karena banyaknya sumber. Sedangkan untuk Komunikasi Massa memiliki asynchronicity yang rendah karena banyaknya penerima tetapi sumber hanya satu, kecuali ada buku atau surat kabar sebagai media untuk menyimpan pesan.
Selanjutnya karakterisitik yang ketujuh adalah hubungan sosio-emosional. Dalam Komunikasi Interpersonal, hubungan emosionalnya sangatlah tinggi, karena dilakukan melalui face-to-face. Sama halnya dengan Komunikasi Interaktif yang memiliki hubungan emosional yang tinggi. Sedangkan untuk Komunikasi Massa, tidak mengenal antar personal dan komunikasi ini hanya melalui satu sumber kepada banyak penerima, sehingga tingkat hubungan emosionalnya sangatlah rendah.
Untuk karakteristik yang kedelapan adalah diliht dari isyarat non-verbal. Dalam Komunikasi Interpersonal, yang membuat isyarat nonverbal menjadi tinggi adalah karena dilakukan secara ‘face to face’. Untuk Komunikasi Interaktif isyarat nonverbalnya juga tinggi karena tingginya interaksi. Lalu untuk Komunikasi Massa, lebih banyak menggunakan visual untuk membantu memperjelas komunikasi kepada khalayak. Dalam komunikasi massa, demassified cenderung rendah.
Karakteristik yang selanjutnya adalah dilihat dari control arus komunikasinya. Dalam hal ini, Komunikasi Interpersonal memiliki potensi untuk saling mengontrol. Sama juga dengan komunikasi Interpersonal, dalam Komunikasi Interaktif juga memiliki potensi untuk saling mengontrol. Sedangkan berbeda halnya dengan Komunikasi Massa yang memiliki sedikit control dari penerima. Untuk karakteristik yang terakhir adalah dilihat dari privasinya. Untuk Komunikasi Interpersonal dan Komunikasi Interaktif memiliki privasi yang rendah. Sedangkan berbeda dengan Komunikasi Massa, yaitu memiliki privasi yang tinggi.


Sumber Referensi:

http://m.kompasiana.com/post/mainstream-media/2012/11/08/teori-determinasi-dan-utopia-teknologi/

http://husadaindah.wordpress.com/2012/02/15/dampak-perkembangan-teknologi-komunikasi-terhadap-kehidupan-sosial/

http://bidamalva.wordpress.com/2011/06/01/pengaruh-perkembangan-teknologi-terhadap-public-relation-dan-periklanan/

http://fajaws.wordpress.com/2012/06/20/mii-masyarakat-informasi-indonesia/

Wednesday, December 7, 2011

Kuliah Umum Oleh Prof. Mindy McAdams Ph.D

Kuliah Umum Prof Mindy McAdams, Ph.D dengan Topik "Praktek Public Relations di Amerika Serikat dari Perspektif Jurnalis" di Ruang Oemi Abdurrachman Kampus Fikom Unpad Jatinangor, Selasa, 22 Nopember 2011 Pukul 09.00 WIB.

Beliau biasa dipanggil Mindy. Beliau adalah dosen tamu di kampus Fikom Unpad dengan konsentrasi di bidang dunia Jurnalistik. Beliau sendiri adalah salah satu jurnalis di weekly bussiness newspaper yaitu koran bisnis mingguan di Amerika Serikat. Koran tersebut secara khusus membahas mengenai ekonomi dan bisnis teknologi.

Mindy menjelaskan bahwa jika di negara Amerika, Faculty of Communication atau Fakultas Komunikasi terbagi menjadi empat konsentrasi. Yang pertama adalah Jurnalistik, lalu Public Relations atau Hubungan masyarakat, lalu Advertising atau Periklanan, dan yang terakhir adalah Telecom atau sama seperti Broadcasting.

Dalam kuliah umum ini, Mindy menjelaskan bahwa koran bisnis tersebut merupakan media independent atau mandiri yang berarti laporan-laporan dari media tersebut tidak dipengaruhi oleh uang sehingga berita yang dibuat dapat dipercaya.

Pada saat Mindy bekerja di harian business weekly, produk Machintos yang pertama muncul, dan pada saat itu belum ada Microsoft. Ketika Mac muncul, awalnya banyak pengguna yang tidak suka, banyak penggunanya yang tidak mengerti cara pengoperasiannya, sehingga banyak komplain bermunculan. Disinilah kerja seorang PR dituntut. Pihak harian business weekly mewawancarai para pengguna untuk mempertanyakan mengapa mereka tidak suka produk Mac.

Lalu, Mindy juga menjelaskan bahwa kultur jurnalis atau wartawan di Amerika Serikat adalah semua independent. Tidak ada wartawan yang dibayar atau disuap untuk menulis suatu berita. Walaupun diberikan barang sebesar gantungan kunci sekalipun, tetap wartawan tidak diperbolehkan menerimanya. Hal tersebut tentu sangat berbeda dengan kultur jurnalis di Indonesia. Praktek pembuatan berita oleh jurnalis di Indonesia tidak independent dan masih sangat dipengaruhi oleh uang

Selanjutnya, Mindy juga bercerita, karena citra harian business weekly sudah sangat baik di mata masyarakat luas karena merupakan media independent, tidak dibayar oleh pihak manapun, sehingga membuat para pembacanya sangat percaya atas segala berita yang dimuat di harian tersebut. Oleh karena hal tersebut, Mindy pernah mengalami suatu pengalaman. Mindy mempunyai teman bernama Bob, dimana ia merupakan PR dari perusahaan Acer yang pusatnya terletak di negara Taiwan. Lalu, ia meminta dan memohon kepada Mindy untuk mewawancarai President dari perusahaan Acer. Bob meminta Mindy memuat berita mengenai Acer karena pembaca dari harian business weekly sudah lebih dari delapan ratus ribu orang, sehingga dapat membuat nama Acer ada di depan para pembaca harian tersebut. Bob terus memohon kepada Mindy, tetapi ia sama sekali tidak membayar atau memberikan sesuatu kepada Mindy agar mau mewawancarai President acer, karena Bob tahu bahwa Mindy adalah jurnalis yang independent sehingga jika ia melakukan hal tersebut, Mindy tidak akan mau kenal dengannya lagi. Sebelumnya Mindy sempat menolak, karena ia pikir, mengapa ia harus menulis berita mengenai perusahaan kecil sekelas Acer. Akhirnya, karena Bob terus memohon, Mindy pun bersedia mewawancarai President Acer. Dan ternyata, President Acer tersebut sangatlah ramah, sangat piawai berbicara bahasa Inggris, dan Mindy pun dijamu sangat istimewa.

Untuk selanjutnya, Mindy menjelaskan bagaimana membuat press release yang bisa menjadi attention atau perhatian bagi jurnalis. Untuk kalimat pertama dalam press release gunakanlah kalimat subject line yaitu pokok-pokoknya, mengenai apa, mengapa itu penting, dan needs to be very honest and important atau harus jujur dan penting. Janganlah kita mengirimkan press release yang tidak penting kepada pihak media. Usahakan untuk tidak menelfon jurnalis, karena seperti yang kita ketahui, jurnalis dikejar oleh deadline sehingga hal tersebut akan membuang-buang waktu mereka. Akan tetapi, jika terpaksa, meminta maaf lah kepada jurnalis yang ditelfon karena telah mengganggu waktunya.

Mindy juga memberikan saran kepada para praktisi PR agar mengirimkan press release melalui email saja, karena itu akan sangat memantu kerja jurnalis. Mindy mengatakan, jika PR mengirimkan press release kepada wartawan, wartawan yang baik tidak akan meng-copy semua isi press release yang dikirimkan, mereka biasanya akan telfon terlebih dahulu untuk mengkorfirmasi dan bertanya lebih lanjut. Suatu keberuntungan lah jika press release yang kita buat benar-benar dicopy. Hanya wartawan yang malas yang melakukan hal tersebut. Lalu, jika wartawan menelfon balik untuk mengkorfirmasi press release yang dikirimkan dan ingin berbicara dengan petinggi perusahaan, seorang PR harus bisa menjembatani atau menghubungkan wartawan untuk dapat berbicara kdengan orang yang diminta tersebut.

Selain itu, yang harus diperhatikan oleh praktisi PR adalah jika ada krisis dalam perusahaan, akuilah kesalahan tersebut, kita harus mempelajari orang-orang yang berhubungan denga para jurnalis, hargailah jurnalis, jadilah prakisi PR yang bersahabat dengan jurnalis. Praktisi PR juga harus memahami pekerjaan jurnalis bahwa jurnalis selalu dikejar deadlinesehingga kita jangan sampai membuang-buang waktunya dengan mengirimkan press release yang tidak penting, menelfon wartawan untuk sekedar memastikan press release yang dikirim sudah sampai, dan sebagainya. Mengapa hal-hal tersebut perlu dilakukan? Karena bagaimanapun, PR sangatlah membutuhkan jurnalis dan media. Baik untuk publisitas, pembentukan citra, dan sebagainya.

Terakhir, Mindy bercerita mengenai pengalamannya selama di Malaysia. Ternyata, jurnalis di Malaysia benar-benar dipengaruhi oleh uang. Jika di Indonesia, wartawan masih bisa dengan bebas memberitakn segala macam keburukan mengenai pemerintahan, lain halnya dengan di Malaysia. Semua wartawan dibayar oleh pemerintah untuk “tutup mulut”. Mereka dibayar agar tidak memberitakan mengenai keburukan pemerintah. Ada suatu kejadian unik yang dialami Mindy, jika pada saat hari raya umat islam di Malaysia, para wartawan diundang oleh pemerintah untuk menghadiri open house. Dan para wartawan tersebut mendapat beberapa undangan open house di berbagai tempat. Ternyata, sebelum masuk, wartawan diberikan amplop yang berisi uang semacam angpao. Dan Mindy menambahakan, bahwa dari uang yang diberikan dari acara open house tersebut, para wartawan sampai bisa membeli mobil baru. Suatu hal yang mencengangkan bukan?

Dari kuliah umum ini, saya mendapat cukup banyak pelajaran baru. Saya jadi mengetahui bagaimana kerja nyata jurnalis dengan PR, bagaimana bisa menjalin hubungan yang baik dengan jurnalis. Saya juga jadi tahu bagaimanakah pandangan seorang jurnalis terhadap pihak PR di perusahaan.

Monday, November 21, 2011

Ceritanya, ini feature buat tugas dasar penulisan Humas.....


Sejuta Keindahan di Kota New York


Siapa yang tak mengenal Kota New York? “The Big Apple”, “Kota yang Tak Pernah Tidur”, “Ibu Kota Dunia”, itulah beberapa juluan untuk kota New York. Dengan segala keindahan yang ditawarkan kota tersebut, membuat semua insan manusia pasti mengetahuinya dan menginginkan menginjakkan kakinya disana. Kota New York ini memang penuh keunikan dari kota-kota besar dunia, dari penglihatan sepintas sebagai wisatawan kita akan melihat secara mencolok gedung-gedung pencakar langit.

Dapat berkunjung ke kota New York merupakan pengalaman yang tak dapat dilupakan dalam hidup saya. Saya menghabiskan waktu di kota New York selama tiga hari, dan memilih untuk menginap di hotel di kawasan Times Square. Times Square sendiri terletak di persimpangan utama di Manhattan, New York City. Pada persimpangan Broadway dan Seventh Evenue membentang dari West 42nd sampai West 47th Streets. Areal Times Square ini meliputi blok antara Sixth dan Eighth Avenues dari Timur ke barat dan West 40th sampai West 53rd Streets dari selatan ke utara yang merupakan bagian komersial dari Midtown Manhattan. Times Square juga merupakan hub distrik teater Broadway penuh pancaran cahaya, salah satu perlintasan pejalan kaki tersibuk di dunia, dan sebuah pusat industri hiburan besar dunia.

Rasa lelah setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam dari kota Virginia terbayar sudah ketika saya akhirnya sampai di kota tersebut. Saya bahkan tak percaya dapat menginjakkan kaki saya di tempat seindah dan mega spektakuler ini. Ketika sampai di Times Square, saya disambut oleh pancaran neon dan lampu-lampu dari puluhan iklan papan listrik yang mengelilingi tempat tersebut yang seakan berlomba-lomba untuk menarik perhatian semua pengunjung. Tidaklah mengherankan jika tempat ini mendapat julukan “The Crossroads of the World” atau jalan persimpangan dunia.

Satu malam telah saya habiskan di Times Square. Keesokan paginya, saya kembali melanjutkan perjalanan menelusuri sejuta keindahan lainnya yang ditawarkan kota ini. Tujuan selanjutnya adalah ke Brooklyn Bridge. Sebelum berangkat, saya terlebih dulu ke Starbucks Coffee untuk membeli kopi lalu duduk sejenak sambil menikmati keindahan Times Square. Pagi hari di Times Square benar-benar menakjubkan! Dari Times Square, saya menggunakan mobil untuk mengarah ke Brooklyn Bridge atau Jembatan Brooklyn. Jembatan ini merupakan jembatan gantung tertua di Amerika Serikat dimana jembatan ini selesai dibangun pada tahun 1883. Jembatan yang sangat megah ini menghubungkan dua kota Brooklyn dan Manhattan. Brooklyn Bridge didirikan di atas sungai East River. Suatu hal yang sangat jarang bagi saya dapat melihat secara langsung kemegahan dan keindahan dari jembatan ini. Selain untuk pengguna kendaraan bermotor, jembatan ini juga terdapat area pejalan kaki. Dari atas jembatan tersebut, para pejalan kaki dan pengendara mobil dan motor dapat melihat keindahan sungai East River dan bangunan-bangunan lain di wilayah Brooklyn. Saya duduk sejenak di pinggir sungai East River, tepat di samping Brooklyn Bridge. Di seberang Brooklyn Bridge juga terdapat jembatan lain yaitu Manhattan Bridge. Arus sungai yang tenang, bururng-burung berkumpul di pinggir sungai, hembusan angin yang sejuk, dan pemandangan kemegahan kedua jembatan tersebut membuat saya ingin berlama-lama menghabiskan waktu di tempat itu.

Perjalanan tidak berhenti sampai disitu. Coney Island adalah tujuan tempat wisata selanjutnya yang akan saya kunjungi. Saya memilih menggunakan subway atau kereta bawah tanah untuk menuju kesana. Untuk menuju Coney Island, subway yang saya naiki melewati Manhattan Bridge. Kehangatan sinar matahari di musim panas menemani perjalanan saya. Saat musim panas seperti ini, Coney Island adalah salah satu tujuan tempat wisata yang tepat. Coney Island adalah sebuah semenanjung di

wilayah paling selatan Brooklyn, New York City, AS yang memiliki sebuah pantai terkenal di Samudra Atlantik. Wilayah ini adalah resor besar dan terdapat taman bermain serta wahana-wahana bermain di sepanjang bibir pantai yang dapat memanjakan para pengunjungnya. Dengan kehangatan sinar matahari musim panas, hamparan pasir putih pantai, gulungan lembut ombak, dan hembusan lembut angin pantai membuat para pengunjung terbuai.

Setelah puas menikmati segala keindahan yang diberikan oleh Coney Island, saya pun kembali ke Times Square menggunakan subway. Sampai di hotel, hari sudah mulai senja, langit oranye di sore itu menambah warna perjalanan saya

di kota yang juga penuh warna, New York City. Dibalik semua kemegahan dan kemewahan yang dimiliki kota ini, terdapat suatu hal kecil yang menarik perhatian. The Halal Guys, itulah sebutan mereka. Gerobak pinggir jalan sederhana yang menjajakan nasi kebab ayam dan kambing. Dengan hanya membayar sebesar $6, saya sudah dapat memanjakan lidah dan perut saya dengan hidangan ini. Walaupun dijual di gerobak pinggir jalan sederhana, nasi kebab ini memiliki cita rasa yang luar biasa enaknya. Sejenis nasi briyani, diberi potongan ayam gurih di atasnya dan dilengkapi dengan saus pedas serta saus putih. Karena rasanya yang luar biasa, nasi kebab The Halal Guys sudah pernah diliput di beberapa stasiun televisi dunia. Gerobak nasi kebab ini terletak di 6th Avenue and 53rd Street. Nasi kebab ini mulai buka pada pukul lima sore. Akan tetapi, untuk dapat menikmati nasi kebab ini, lebih baik Anda datang lebih awal, karena antrian orang-orang yang ingin membeli nasi kebab ini sangatlah banyak dan panjang. Lamanya mengantri, terbayar dengan kelezatan dari nasi kebab The Halal Guys.

Petualangan saya menelusuri kota New York belum berakhir. Setelah menikmati nasi kebab di malam hari, keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan menuju ke Bronx Zoo. Seperti hari sebelumnya, saya kembali menggunakan subway untuk menuju kesana. Tidak ada yang special ketika saya pergi kesana, Bronz Zoo sama seperti kebun binatang lainnya, hanya saja jauh lebih bersih, dan nyaman dibandingkan dengan kebun binatang di Indonesia. Sebenarnya saya kesana hanya karena ingin mengetahui bagaimana keadaan di daerah Bronx di kota New York. Tempat yang mayoritas orang berkulit hitam, sarangnya para gangster, dan tempat yang memiliki angka kriminalitas yang tinggi. Ternyata benar saja, ketika saya kesana, terlihat lingkungan yang kurang rapih dan bersih, banyak sekali coretan-coretan di tembok-tembok pinggir jalan.

Keesokan harinya, saya kembali melangkahkan kaki saya ke pelosok-pelosok kota New York. Tujuan saya selanjutnya adalah ke China Town. Daerah yang semua penduduknya adalah orang-orang China. Di China Town, dijajakan berbagai oleh-oleh dan souvenir khas kota New York tentunya dengan harga yang murah. Saya tidak mau melewatkan kesempatan ini, sehingga saya akhirnya membeli bermacam-macam oleh-oleh untuk sahabat dan kerabat di Indonesia.

Akhirnya tibalah saatnya saya harus meninggalkan kota New York. Berkunjung ke New York merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga dan tak akan pernah terlupakan. Saya berharap, suatu saat nanti, saya dapat kembali menginjakkan kaki saya di kota yang tidak pernah tidur ini. Terima kasih Tuhan atas sejuta keindahan di kota New York yang telah engkau ciptakan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Malem-malem, bikin feature buat tugas dasar-dasar penulisan humas. Au deh, udeh gak paham lagi ane, mau bener mau salah. Bye! -___-