Thursday, September 12, 2013

Mama & Papa

Mama itu sumber kebahagiaan. Sumber kebahagiaan buat gue. Sampai-sampai gue gak begitu inget momen-momen paling berkesan sama mama. Gue justru paling inget jelas momen-momen gak menyenangkan, yaitu waktu gue ditinggal pergi mama dalam waktu yang lama. Kelak, kalo gue ditanya tentang memori paling indah sama mama, pasti gue gak bisa jawab. Karena banyak. Dan gue gak bisa nentuin memori paling indah sama mama. Bisa ngerasain punya mama, dirawat mama, hidup sama mama, itu memori paling indah. Itu berarti, memori seumur hidup gue sama mama, jadi memori yang paling indah. Kalo kata Ayu Utami, "Ia (mama) seperti rahim dan aku bayi. Aku tak bisa melihatnya tapi ketika terlepas darinya aku menjerit mau mati. Ia adalah udara. Aku tak menyadarinya, tapi jika ia tak ada aku tak bisa bernafas." 

Lain halnya kalo gue ditanya momen-momen bahagia sama Papa. Misalnya, waktu gue ulang tahun, papa ngajak ke Toys City dan gue boleh milih mainan apa aja sebagai kado ulang tahun. Dan gue ngambil boneka Barbie, Play Dough, binder Mickey Mouse, boneka rambut kuning. Misalnya lagi, kalo papa lagi duduk di kursi dan pake sarung, gue suka gelayutan di sarungnya kayak main ayun-ayunan. Gue juga suka berdiri sambil nginjek kaki papa trus gue pegangan sama papa trus papa jalan. Jadinya gue jalan di atas kaki papa. Waktu kecil, gue suka dipangku kalo papa lagi nyetir, trus pura-puranya gue yang nyetir mobil. Belagak sok pembalap trus main klakson seenaknya. Dan misalnya yang lain, waktu outbound di puncak dari kantornya, ada games ayah dan anak. Main panjang-panjangan gesper ayahnya.  Trus papa kalah, gespernya pendek banget. Gue sedih. Padahal perut papa itu udah jemblung banget dan gue optimis bakal menang. Gak taunya ada yang lebih jemblung dari papa. Papa juga pernah kelimpungan waktu ditinggal mama ke US. Papa mau sok-sokan masak nasi goreng sehat. Gak taunya rasanya gak enak, gosong, hancur. Gue sedih, karena disuruh makan juga. Tapi itu lucu.

Itu semua beberapa kenangan masa kecil dan remaja gue sama papa. Hal-hal sederhana gitu bisa gue inget karena, papa jarang bisa punya waktu sama anaknya. Papa sibuk kerja cari nafkah. Papa jarang hangat. Semakin gue besar, semakin gue ngeliat papa sebagai wujud kewibawaan. Gue ngerasa enggan sekaligus segan untuk sekedar becanda-becanda sama papa. Gue pun pernah mengalami saat dimana gue sebel, kesel, gondok sama papa. Tapi itu semua udah lewat. Papa udah gak ada. Tapi kenangan-kenangan tentang papa tetep ada. Saat papa udah gak ada, gue baru merasakan penyesalan yang dalem banget. Kenapa dulu gue gak berusaha untuk bisa deket sama papa? Nyesel, yang sampe sekarang kalo keingetan lagi bikin nyesek. Kalo papa bisa baca tulisan ini, Vika pengen papa tau kalo Vika itu sebenernya sayang banget sama papa. 

Thursday, November 22, 2012

Implementasi Perkembangan Teknokom Terhadap Peran Dan Tugas PR


Public Relations merupakan fungsi manajeman yang membantu menciptakan dan saling memelihara alur komunikasi, pengertian, dukungan, serta kerja sama suatu organisasi atau perusahaan dengan publiknya dan ikut terlibat dalam menangani masalah-masalah atau isu-isu manajemen. PR membantu manajemen dalam penyampaian informasi dan tanggap terhadap opini publik. PR secara efektif membantu manajemen memantau berbagai perubahan (Seitel, 1992:8).
Rumanti (2005:39) mengelompokkan tugas dan peran PR menjadi lima bagian yaitu: 1.) menyelenggarakan dan bertanggungjawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, 2.) memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat, 3.) memperbaiki citra organisasi, 4.) tanggung jawab sosial, 5.) komunikasi, yaitu melakukan komunikasi timbal-balik.
Bentuk dan teknik Public Relations mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi. Jika dahulu kegiatan public relations harus dilakukan langsung di hadapan publik, kini hal tersebut tidak perlu lagi karena telah adanya perkembangan teknologi komunikasi. Seorang PR dapat menggunakan berbagai teknologi canggih yang telah ada. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi, ada pula implikasinya terhadap peran dan tugas PR. Adanya perkembangan teknologi komunikasi, juga membuat adanya perkembangan dalam cara kerja seorang praktisi PR dalam melaksanakan peran dan tugasnya.
Implementasi itu sendiri secara harfiah memiliki arti penerapan. Dalam prakteknya penerapan teknologi komunikasi harus didahului oleh penguasaan keterampilan mengoperasikan teknologi komunikasi tersebut oleh para praktisi PR. Karena tanpa adanya penguasaan keterampilan teknis, teknologi komunikasi tidak mungkin diterapkan oleh para praktisi PR. Disinilah seorang praktisi PR dituntut untuk dapat mengimplementasikan teknologi komunikasi saat ini.
Selanjutnya, perkembangan teknologi komunikasi membawa dampak peran seorang praktisi PR harus menguasai teknologi-teknologi komunikasi yang ada saat ini. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Public Relations merupakan teknik penyampaian pesan kepada publik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan bertujuan untuk menciptakan citra positif bagi perusahaan di mata publik. Dalam proses penyampaian pesan tersebut, seorang praktisi PR dituntut untuk menguasai serta menggunakan berbagai teknologi komunikasi masa kini sebagai media PR. Oleh karena adanya perkembangan teknologi komunikasi, teknik penyebaran arus informasi juga semakin berkembang karena adanya teknologi komunikasi tersebut.
Teknik PR ini juga dipengaruhi oleh siapa dan bagaimana target audiens, tergantung dari ketertarikan atau interest audiens yang dimaksud. Hal ini juga akan mempengaruhi bagaimana bentuk pesan yang akan disampaikan. Semakin beragam target audiens yang dituju, maka harus semakin tinggi pula teknologi penyampaian pesannya sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Teknologi komunikasi digunakan seorang praktisi PR sebagai media PR.
Teknologi komunikasi sebagai media PR dapat mempermudah seorang praktisi PR dalam melaksanakan kegiatan PR. Perkembangan teknologi komunikasi sebagai media PR sudah berkembang dari media sangat tradisional/kuno, media tradisional sampai media kontemporer. Kajian baru dalam Ilmu PR adalah PR on the Net atau Cyber PR. Secara perkembangan sejarah mulai dari  Public Relations (PR) kuno sampai  sekarang munculnya PR modern, maka media yang digunakan terbagi ke dalam tiga bentuk yaitu media sangat tradisional atau kuno, media tradisional atau konvensional, dan media masa kini atau kontemporer.
Beragam alat dan teknologi komunikasi pada intinya memang dibutuhkan para praktisi PR agar apa yang mereka buat dan lakukan menjadi lebih efisien dan efektif. Sejak awal tahun 90-an, media tradisional seperti surat kabar, majalah, televisi, dan radio telah menjadi media yang digunakan oleh para praktisi PR. Walaupun jenis media tersebut sudah dominan digunakan dalam perkembangan dunia PR, perkembangan teknologi komunikasi membuat munculnya media PR baru, seperti media massa online, media massa non-online, dan social media online. Media masa kini tersebut biasa disebut dengan media PR kontemporer. Munculnya teknologi komunikasi saat ini tentunya memiliki implikasi terhadap tugas dan peran para praktisi PR.
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kajian baru dalam ilmu PR adalah PR on the net atau Cyber PR, yang merupakan penggunaan internet sebagai sarana publisitasnya. Fenomena Internet memang sedang memasuki ke segala pelosok kehidupan masyarakat, kita dibuat terkejut oleh perkembangan pengguna internet yang sedemikian pesat. Contoh dari e-PR atau penggunaan media internet dalam kegiatan PR adalah newspaper online, magazine online, digital radio, digital television, chatting (interpersonal communication), teleconference (group communication), videoconference (group communication), facebook, twitter, foursquare, blog, dan sebagainya.
Saat ini yang tengah hangat berkembang di masyarakat adalah media jejaring sosial atau social media networking. Contohnya seperti yang telah disebutkan di atas yaitu Facebook, Twitter, Foursquare, blog, Path, dan lain sebagainya. Jejaring sosial tersebut menjadi media yang efektif dalam membangun personal maupun corporate branding. Praktisi PR tidaklah cukup jika hanya dapat mengaplikasikan jejaring sosial tersebut, tetapi PR juga dituntut untuk meng-up date pengetahuan yang dimiliki. Praktisi PR tidak mungkin menolak atau melawan perkembangan teknologi komunikasi ini. Dengan kehadiran berbagai media kontemporer tersebut justru harus membuat PR lebih kreatif.
Cyber PR menjadi sebuah tantangan sekaligus cara baru bagi praktisi PR masa kini untuk selalu terus mengasah kemampuannya. Tidak dipungkiri di masa mendatang akan ada teknologi-teknologi komunikasi lain yang diciptakan. Hal tersebut juga tentu akan berimplikasi terhadap peran dan tugas PR. Praktisi PR di masa mendatang juga harus menguasai teknologi komunikasi yang ada. Tentunya hal tersebut agar pesan tersampaikan dengan efisien dan efektif.

Sumber Referensi:


Ardianto, Elvinaro dan Soleh Soemirat. 2010. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung: Rosdakarya

http://retnowulan.net/2010/08/cyber-pr/

Menuju Masyarakat Informasi


Pada era globalisasi ini, perkembangan teknologi komunikasi tak bisa terelakkan lagi. Teknologi komunikasi dan informasi semakin canggih. Kemajuan dan perkembangan teknologi komunikasi tersebut suatu informasi dapat diterima secara luas dalam waktu yang relative singkat. Akan tetapi, perkembangan teknologi komunikasi tersebut tidak seiring dengan pemanfaatannya oleh masyarakat di Indonesia. Saat ini yang menjadi masalahnya adalah bagaimana terobosan inovasi teknologi komunikasi dan informasi tersebut dapat diterapkan dan  diadopsi oleh masyarakat Indonesia.
Implementasi teknologi  komunikasi dari sejauh mana sebuah teknologi komunikasi itu mampu membuka akses pada berbagai jaringan informasi. Jadi, semakin banyak jaringan informasi yang bisa diakses oleh suatu teknologi komunikasi, maka semakin banyak pula masyarakat yang mengimplementasikannya. Akan tetapi, hal tersebut hanya berlaku pada masyarakat informasi saja. Apakah saat ini masyarakat Indonesia sudah sepenuhnya merupakan masyarakat informasi? Jawabannya adalah tidak. Sebenarnya, apakah pengertian dari masyarakat informasi itu?
Masyarakat informasi adalah istilah untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru. Pengertian lain dari masyarakat informasi adalah masyarakat yang aktivitas—kreasi, distribusi, difusi, penggunaan, serta manipulasinya—terhadap informasi sangat signifikan di bidang ekonomi, sosial maupun budaya.
Saat ini masyarakat di Indonesia masih belum sepenuhnya menjadi masyarakat informasi. Di  Indonesia masih ada suatu kesenjangan digital yang terjadi di kalangan masyarakat. Kesenjangan digital memiliki arti sebagai suatu kesenjangan diantara satu individu, rumah tangga, bisnis, (kelompok masyarakat) dan area geografis pada tingkat sosial ekonomi yang berbeda dalam hal kesempatan atas akses teknologi komunikasi dan informasi dan penggunaan internet untuk beragam aktivitas. Jadi, sebenarnya kesenjangan digital itu mencerminkan berbagai kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dan merupakan akibat perbedaan pemanfaatannya dalam suatu negara dan atau antar negara.
Contoh kasus kesenjangan sosial terlihat secara nyata di kalangan masyarakat di Indonesia. Jika di perkotaan, masyarakat sudah tidak asing lagi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi, seperti contohnya computer dan internet. Akan tetapi, sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan yang masih sangat kurang pengetahuannya mengenai teknologi komunikasi dan informasi. Ketimpangan tersebut dapat berupa ketimpangan yang bersifat fisik, atau yang bersifat skill atau keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berperan serta sebagai masyarakat informasi atau warga digital. Ada empat hal yang menyebabkan terjadinya kesenjangan digital, yaitu infrastruktur, kurangnya skill atau keterampilan, kurangnya isi atau konten, kurangnya pemanfaatan akan internet itu sendiri.
Disinilah peran pemerintah sangat dibutuhkan, bagaimana pemerintah dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kesenjangan digital yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia dan membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat informasi. Hal ini sesuai dengan teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers. Teori difusi inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial. Ini merupakan suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. Dalam proses difusi inovasi terdapat empat elemen pokok, yaitu inovasi atau gagasan, saluran komunikasi (alat untu penyampaian pesan-pesan inovasi), jangka waktu (proses keputusan inovasi), dan sistem sosial (kumpulan unit yang berbeda secara fungsional).
Pemerintah dalam hal ini diharapkan dapat memberikan atau melakukan inovasi-inovasi baru melalui saluran-saluran tertentu kepada masyarakat Indonesia. Contohnya, pemerintah dapat membuat undang-undang untuk menjadi masyarakat informasi yang baik dan benar. Dalam hal ini, peran masyarakat, khususnya knowledge society seperti ‘orang IT’  juga sangat membantu dalam mewujudkan masyarakat informasi di Indonesia. Jadi, jika hanya pemerintah yang bergerak, akan sulit untuk mewujudkan citi-cita mencapai masyarakat informasi di Indonesia. Harus ada kerjasama antara pemerintah dan rakyat Indonesia.

Sumber Referensi:

http://kesenjangandigitalbppn.blogspot.com/

http://fajaws.wordpress.com/2012/06/20/mii-masyarakat-informasi-indonesia/

Ardianti, Elvinaro dkk. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Dampak Posotif Dan Negatif Teknologi Komunikasi



Seperti yang telah dijelaskan diatas dalam teori Determinism Technological oleh Marshall McLuhan pada tahun 1962, bahwa “Technology has changed the way we communicate”.  Maksudnya, perubahan yang terjadi pada berbagai cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Pada awalnya, manusialah yang membuat teknologi tersebut, tetapi lambat laun teknologilah yang justru mempengaruhi apa yang dilakukan oleh manusia tersebut. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku dalam masyarakat dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi kea bad teknologi lain.
Dari perspektif teori tersebut, dapat dilihat bahwa perkembangan teknologi tidak selalu memiliki dampak yang positif. Perkembangan teknologi tentu saja akan disertai oleh berbagai dampak dan konsekuensi yang menyertainya yang berpengaruh pada masa depan dunia kehidupan. Dibalik segala dampak positif dan segala kemudahan yang diagung-agungkan oleh perkembangan teknologi saat ini, ada juga sisi buruk atau negative dari perkembangan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi saat ini juga berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, tentu saja seperti yang telah disebutkan diatas bahwa dampaknya ada yang positif maupun negative.
Secara positif, dalam kehidupan sosial, perkembangan teknologi telah sangat membantu masyarakat dunia untuk saling berkomunikasi atau terhubung dengan kerabat, keluarga, teman lama, dan sebagainya. Sebagai contohnya, tak perlu jauh-jauh, saya sendiri merasakan dampak positif tersebut. Saya memiliki tiga orang kakak yang sudah berumah tangga dan satu orang adik yang sekarang tinggal di Amerika, sedangkan saya dan ibu saya tinggal di Indonesia. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi, membuat kami sekeluarga tetap bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan baik. Kami biasa berkomunikasi menggunakan telepon, chatting melalui blackberry messenger, atau video call menggunakan Skype.
Contoh di atas merupakan salah satu contoh dampak positif dari teknologi internet. Internet menjadi sebuah lifestyle atau gaya hidup bagi masyarakat. Banyak situs yang menjadi pusat komunikasi sosial seperti Facebook, Twitter, Path, dan masih banyak lagi. Contoh lain dari dampak positif yang ditimbulkan dengan adanya internet adalah kita bisa mencari teman baru, share foto, mengetahui berita-berita terbaru dari penjuru dunia dalam waktu singkat, dan sebagainya.
Dibalik dampak positif teknologi komunikasi yang telah disebutkan, ada pula dampak-dampak negatifnya. Dalam kehidupan sosial, teknologi komunikasi memberikan dampak negative terhadap kualitas dari hubungan sosial yang dijalin. Hal ini dapat dilihat dari fenomena masyarakat saat ini lebih nyaman mencari teman dan behubungan dengan teman di dunia maya daripada aktif pada kegiatan organisasi organisasi yang lebih dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih berkualitas. Sebagai contoh dampak negative teknologi komunikasi dapat dilihat dari jejaring sosial Facebook dan Twitter. Banyak yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman di Facebook atau followers di Twitter. Akan tetapi, hal tersebut hanya terjadi di dunia maya saja, pada dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa teman yang biasa menemani keseharian mereka. Mereka cenderung lebih nyaman bersosialisasi di dunia maya atau online dan tidak mampu untuk berbaur dengan masyarakat di dunia nyata. Padahal jika dipikir-pikir, apabila terjadi suatu hal yang krusial dalam kehiduoan kita, yang bisa membantu adalah orang-orang yang tinggal atau hidup di sekitar kita, bukan orang-orang yang kita kenal di dunia maya.
Dampak  negative lain dari perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat adalah ketika masyarakat mulai mengerti tentang perkembangan teknologi yang ada, maka saat itulah masyarakat mulai mencari tahu segala hal termasuk mengakses informasi yang berbau pornografi. Hal tersebut dapat terjadi karena pengguna internet tidak ditentukan segmentasinya sehingga anak dibawah umur juga bisa mengakses hal-hal yang berbau porno tersebut.
Selain itu, contoh lain dari dampak negative dari perkembangan teknologi komunikasi adalah membuat orang jadi terpencil dari lingkungan sosial. Contoh kasusnya terjadi pada teman saya di kampus. Mayoritas teman-teman sekelas saya di kampus telah menggunakan ‘Blackberry’, hanya tinggal beberapa orang saja yang masih menggunakan hand phone jenis lain. Dengan seperti itu, berita-berita atau informasi baik mengenai dunia perkuliahan atau lainnya selalu dibahas di Group BBM (BlackBerry Messenger). Hal tersebut membuat beberapa orang yang tidak memakai atau mempunyai hand phone Blackberry menjadi ketinggalan berita serta informasi, dan jadi terpencil dari lingkungan sosial. Mereka cenderung jarang ikut berkomunikasi karena tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan.
Akan tetapi dari semua hal tersebut, perkembangan teknologi komunikasi tidak dapat dipungkiri mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa sehingga mampu mempengaruhi kita untuk memiliki dan mengetahuinya. Sekarang yang jadi point utamanya adalah terletak pada diri kita sendiri, yaitu bagaimana kita menyikapi setiap perkembangan teknologi komunikasi tersebut menjadi suatu hal yang positif yang mampu menjangkau setiap elemen atau kalangan masyarakat. Masyarakat kelas sosial bawah belum tentu dapat dengan baik menerima perkembangan teknologi komunikasi tersebut. Oleh karena itu, marilah kita mulai berpikir bagaimana perkembangan teknologi komunikasi ini mampu menjangkau masyarakat kalangan bawah sehingga dapat digunakan secara efisien, dan mari kita sikapi perkembangan teknologi komunikasi dengan hal-hal yang positif.

Sumber Referensi:

http://husadaindah.wordpress.com/2012/02/15/dampak-perkembangan-teknologi-komunikasi-terhadap-kehidupan-sosial/

http://bidamalva.wordpress.com/2011/06/01/pengaruh-perkembangan-teknologi-terhadap-public-relation-dan-periklanan/

Technological Determinism Theory


“Technology has changed the way we communicate” begitulah kutipan dari teori technological determinism dari Marshall McLuhan pada tahun 1962. Dasar dari teori ini adalah bahwa perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Dalam teori ini, Marshall McLuhan menegaskan bahwa pola kehidupan manusia ditentukan oleh perkembangan dan jenis teknologi. Dapat diartikan bahwa setiap tindakan atau kejadian yang dilakukan oleh manusia adalah sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Sebenarnya pada awalnya, manusia lah yang membuat teknologi tersebut, tetapi lambat laun teknologi itulah yang justru mempengaruhi apa yang dilakukan oleh manusia.
Sebagai contoh, pada zaman dahulu belum adanya alat komunikasi Hand Phone dan juga jaringan internet, dan dengan tanpa adanya dua perangkat komunikasi tersebut kehidupan manusia pada saat itu biasa saja. Akan tetapi sekarang dengan ketergantungan pada dua perangkat itu manusia menjadi sangat tergantung.
Dalam konsep McLuhan ini, terdapat 3 kerangka urutan pemikiran:  1.) penemuan-penemuan hal baru dalam bidang teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya, 2.) perubahan komunikasi manusia membentuk eksistensi kehidupan manusia, 3.) “We share our tools, and they in turn shape us” (kita membentuk alat-alat yang kita perlukan dan sekarang giliran alat-alat tersebut yang membentuk diri kita. Dalam teori ini, McLuhan juga membagi perkembangan teknologi komunikasi kedalam empat periodisasi, yaitu:
1.       Tribal Age (budaya ucap dan lisan),
2.       Literate Age (alphabet fonetis, yaitu symbol-simbol digunakan untuk komunikasi, tanpa harus bertatap muka)
3.       Print Age (penulisan teks secara massal)
4.       Electronic Age (ditandai dengan adanya telegraf yang menjadi awal periode fregmentasi masyarakat musnah)

Sumber Referensi:

http://media.kompasiana.com/new-media/2012/11/07/perkembangan-teknologi-komunikasi-teori-utopia-dan-teori-determinisme-507307.html

Implikasi Perkembangan Teknokom Terhadap Karakteristik Dari Bentuk Komunikasi Interpersonal, Massa, dan Interaktif

Pada era globalisasi ini ditandai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih, termasuk teknologi komunikasi. Kata Teknologi berasal dari kata latin texere yang berarti to weave (menenun) atau  to construct (membangun) (Rogers, 1986). Teknologi sendiri bisa berupa sebuah cara atau solusi, bisa juga berupa peralatan yang bisa memudahkan manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jadi tidak perlu heran lagi jika ada yang namanya teknologi komunikasi.
Sedangkan menurut Onong Uchjana Effendy, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) maupun secara tidak langsung (melalui media). Dari kedua kata tersebut, dapat ditarik suatu pengertian dari Teknologi Komunikasi (Teknokom), yaitu peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi dengan individu-individu-individu lain (Rogers, dalam Abrar. 2003).
Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat mempunyai implikasi kepada karakteristik dari bentuk komunikasi interpersonal, komunikasi massa, dan interaktif. Seperti yang kita ketahui bahwa awalnya manusia hanya bisa berkomunikasi secara interpersonal atau komunikasi tatap muka yang melibatkan dua atau tiga orang. Hingga akhirnya sampai saat ini dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi membuat adanya komunikasi interaktif dan komunikasi massa. Hal tersebut tentu saja semakin mempermudah kita sebagai manusia dalam berkomunikasi.
Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi tersebut, ada pula implikasinya terhadap karakteristik kepada karakteristik dari bentuk komunikasi interpersonal, komunikasi massa dan interaktif. Arus pesan Komunikasi Interpersonal bersifat ‘one to many’ yaitu dari satu ke banyak. Dalam hal ini, jumlah peserta komunikasi serjumlah antara  dua atau tiga orang. Untuk Komunikasi Interaktif bersifat ‘many to many’ yaitu dari banyak sumber ke banyak orang. Sedangkan arus pesan Komunikasi Massa bersifat ‘one to many’ yaitu dari satu sumber ke banyak penerima. Maksudnya, bahwa media massa itu merupakan media yang terlembagakan, lalu pesan dari satu lembaga disebarkan ke banyak orang.
Karakteristik selanjutnya adalah sumber pengetahuan terhadap audiens. Dalam  Komunikasi Interpersonal, sumber memiliki pengetahuan terhadap penerima karena adanya faktor kedekatan hubungan antara sumber dan penerima. Dalam Komunikasi Interaktif, sumber mungkin memiliki kesepakatan dengan partisipan secara interaktif. Untuk Komunikasi Massa, sumber memiliki sedikit pengetahuan tentang audiens. Hal tersebut dikarenakan banyaknya partisipan dalam proses komunikasi massa.
Karakteristik yang ketiga adalah dilihat dari segmentasi. Untuk Komunikasi Interpersonal memiliki segmentasi yang tinggi (demassified), maksudnya kekhususan pesan ini tinggi karena komunikasi yang beranggotakan beberapa penerima saja. Untuk Komunikasi Interaktif sama seperti komunikasi interpersonal yaitu memiliki segmentasi yang tinggi (demassified). Hal ini dikarenakan keadaan (dari arus pesan, sumber pengetahuan terhadap audiens) masih memungkinkan untuk mengirim pesan khusus. Dan untuk Komunikasi Massa memiliki tingkat segmentasi yang rendah (massified). Hal ini dikarenakan komunikasi yang terjadi dari satu sumber ke banyak, sehingga menggunakan bahasa yang tidak khusus agar mudah dimengerti.
Selanjutnya untuk karakteristik yang keempat adalah tingkat Interaktif. Komunikasi Interpersonal tingkat interaktifnya tinggi. Jumlah penerima mempengaruhi tingginya tingkat interaktif. Komunikasi Interaktif memiliki tingkat interaksinya sama dengan komunikasi interpersonal yaitu tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya sumber terhadap penerima juga tuntutan berinteraksi. Komunikasi Massa tingkat interaktifnya rendah. Dikarenakan satu sumber, banyak penerima dan juga pengetahuan sumber yang sedikit tentang penerima membuat komunikasi ini tidak interaktif.
Karakteristik yang kelima adalah dilihat dari Feedback. Komunikasi Interpersonal ini bersifat transaksional. Dalam komunikasi interpersonal, feedbacknya bersifat segera karena mencakup aspek hubungan pribadi. Untuk Komunikasi Interaktif, feedback kadang terbatas, langsung, dan tertunda. Hal tersebut dikarenakan arus pesan yang ‘many-to-many’ dan juga media yang digunakan. Lalu untuk Komunikasi Massa, dikarenakan arus pesan yang ‘one to many’, sumber yang sedikit mengetahui tentang penerima, rendahnya segmentasi dan tingkat interaktif, maka membuat feedback yang diterima sangat terbatas dan tertunda.
Lalu untuk karakteristik yang keenam adalah Asynchronicity, yaitu kesinkronan dalam pengiriman dan penerimaan pesan. Komunikasi Interpersonal memiliki asynchronicity yang rendah, karena tingginya proses transaksional antara sumber dan penerima dan juga dipengaruhi feedback yang langsung. Komunikasi Interaktif memiliki asynchronicity yang tinggi karena banyaknya sumber. Sedangkan untuk Komunikasi Massa memiliki asynchronicity yang rendah karena banyaknya penerima tetapi sumber hanya satu, kecuali ada buku atau surat kabar sebagai media untuk menyimpan pesan.
Selanjutnya karakterisitik yang ketujuh adalah hubungan sosio-emosional. Dalam Komunikasi Interpersonal, hubungan emosionalnya sangatlah tinggi, karena dilakukan melalui face-to-face. Sama halnya dengan Komunikasi Interaktif yang memiliki hubungan emosional yang tinggi. Sedangkan untuk Komunikasi Massa, tidak mengenal antar personal dan komunikasi ini hanya melalui satu sumber kepada banyak penerima, sehingga tingkat hubungan emosionalnya sangatlah rendah.
Untuk karakteristik yang kedelapan adalah diliht dari isyarat non-verbal. Dalam Komunikasi Interpersonal, yang membuat isyarat nonverbal menjadi tinggi adalah karena dilakukan secara ‘face to face’. Untuk Komunikasi Interaktif isyarat nonverbalnya juga tinggi karena tingginya interaksi. Lalu untuk Komunikasi Massa, lebih banyak menggunakan visual untuk membantu memperjelas komunikasi kepada khalayak. Dalam komunikasi massa, demassified cenderung rendah.
Karakteristik yang selanjutnya adalah dilihat dari control arus komunikasinya. Dalam hal ini, Komunikasi Interpersonal memiliki potensi untuk saling mengontrol. Sama juga dengan komunikasi Interpersonal, dalam Komunikasi Interaktif juga memiliki potensi untuk saling mengontrol. Sedangkan berbeda halnya dengan Komunikasi Massa yang memiliki sedikit control dari penerima. Untuk karakteristik yang terakhir adalah dilihat dari privasinya. Untuk Komunikasi Interpersonal dan Komunikasi Interaktif memiliki privasi yang rendah. Sedangkan berbeda dengan Komunikasi Massa, yaitu memiliki privasi yang tinggi.


Sumber Referensi:

http://m.kompasiana.com/post/mainstream-media/2012/11/08/teori-determinasi-dan-utopia-teknologi/

http://husadaindah.wordpress.com/2012/02/15/dampak-perkembangan-teknologi-komunikasi-terhadap-kehidupan-sosial/

http://bidamalva.wordpress.com/2011/06/01/pengaruh-perkembangan-teknologi-terhadap-public-relation-dan-periklanan/

http://fajaws.wordpress.com/2012/06/20/mii-masyarakat-informasi-indonesia/

Wednesday, December 7, 2011

Kuliah Umum Oleh Prof. Mindy McAdams Ph.D

Kuliah Umum Prof Mindy McAdams, Ph.D dengan Topik "Praktek Public Relations di Amerika Serikat dari Perspektif Jurnalis" di Ruang Oemi Abdurrachman Kampus Fikom Unpad Jatinangor, Selasa, 22 Nopember 2011 Pukul 09.00 WIB.

Beliau biasa dipanggil Mindy. Beliau adalah dosen tamu di kampus Fikom Unpad dengan konsentrasi di bidang dunia Jurnalistik. Beliau sendiri adalah salah satu jurnalis di weekly bussiness newspaper yaitu koran bisnis mingguan di Amerika Serikat. Koran tersebut secara khusus membahas mengenai ekonomi dan bisnis teknologi.

Mindy menjelaskan bahwa jika di negara Amerika, Faculty of Communication atau Fakultas Komunikasi terbagi menjadi empat konsentrasi. Yang pertama adalah Jurnalistik, lalu Public Relations atau Hubungan masyarakat, lalu Advertising atau Periklanan, dan yang terakhir adalah Telecom atau sama seperti Broadcasting.

Dalam kuliah umum ini, Mindy menjelaskan bahwa koran bisnis tersebut merupakan media independent atau mandiri yang berarti laporan-laporan dari media tersebut tidak dipengaruhi oleh uang sehingga berita yang dibuat dapat dipercaya.

Pada saat Mindy bekerja di harian business weekly, produk Machintos yang pertama muncul, dan pada saat itu belum ada Microsoft. Ketika Mac muncul, awalnya banyak pengguna yang tidak suka, banyak penggunanya yang tidak mengerti cara pengoperasiannya, sehingga banyak komplain bermunculan. Disinilah kerja seorang PR dituntut. Pihak harian business weekly mewawancarai para pengguna untuk mempertanyakan mengapa mereka tidak suka produk Mac.

Lalu, Mindy juga menjelaskan bahwa kultur jurnalis atau wartawan di Amerika Serikat adalah semua independent. Tidak ada wartawan yang dibayar atau disuap untuk menulis suatu berita. Walaupun diberikan barang sebesar gantungan kunci sekalipun, tetap wartawan tidak diperbolehkan menerimanya. Hal tersebut tentu sangat berbeda dengan kultur jurnalis di Indonesia. Praktek pembuatan berita oleh jurnalis di Indonesia tidak independent dan masih sangat dipengaruhi oleh uang

Selanjutnya, Mindy juga bercerita, karena citra harian business weekly sudah sangat baik di mata masyarakat luas karena merupakan media independent, tidak dibayar oleh pihak manapun, sehingga membuat para pembacanya sangat percaya atas segala berita yang dimuat di harian tersebut. Oleh karena hal tersebut, Mindy pernah mengalami suatu pengalaman. Mindy mempunyai teman bernama Bob, dimana ia merupakan PR dari perusahaan Acer yang pusatnya terletak di negara Taiwan. Lalu, ia meminta dan memohon kepada Mindy untuk mewawancarai President dari perusahaan Acer. Bob meminta Mindy memuat berita mengenai Acer karena pembaca dari harian business weekly sudah lebih dari delapan ratus ribu orang, sehingga dapat membuat nama Acer ada di depan para pembaca harian tersebut. Bob terus memohon kepada Mindy, tetapi ia sama sekali tidak membayar atau memberikan sesuatu kepada Mindy agar mau mewawancarai President acer, karena Bob tahu bahwa Mindy adalah jurnalis yang independent sehingga jika ia melakukan hal tersebut, Mindy tidak akan mau kenal dengannya lagi. Sebelumnya Mindy sempat menolak, karena ia pikir, mengapa ia harus menulis berita mengenai perusahaan kecil sekelas Acer. Akhirnya, karena Bob terus memohon, Mindy pun bersedia mewawancarai President Acer. Dan ternyata, President Acer tersebut sangatlah ramah, sangat piawai berbicara bahasa Inggris, dan Mindy pun dijamu sangat istimewa.

Untuk selanjutnya, Mindy menjelaskan bagaimana membuat press release yang bisa menjadi attention atau perhatian bagi jurnalis. Untuk kalimat pertama dalam press release gunakanlah kalimat subject line yaitu pokok-pokoknya, mengenai apa, mengapa itu penting, dan needs to be very honest and important atau harus jujur dan penting. Janganlah kita mengirimkan press release yang tidak penting kepada pihak media. Usahakan untuk tidak menelfon jurnalis, karena seperti yang kita ketahui, jurnalis dikejar oleh deadline sehingga hal tersebut akan membuang-buang waktu mereka. Akan tetapi, jika terpaksa, meminta maaf lah kepada jurnalis yang ditelfon karena telah mengganggu waktunya.

Mindy juga memberikan saran kepada para praktisi PR agar mengirimkan press release melalui email saja, karena itu akan sangat memantu kerja jurnalis. Mindy mengatakan, jika PR mengirimkan press release kepada wartawan, wartawan yang baik tidak akan meng-copy semua isi press release yang dikirimkan, mereka biasanya akan telfon terlebih dahulu untuk mengkorfirmasi dan bertanya lebih lanjut. Suatu keberuntungan lah jika press release yang kita buat benar-benar dicopy. Hanya wartawan yang malas yang melakukan hal tersebut. Lalu, jika wartawan menelfon balik untuk mengkorfirmasi press release yang dikirimkan dan ingin berbicara dengan petinggi perusahaan, seorang PR harus bisa menjembatani atau menghubungkan wartawan untuk dapat berbicara kdengan orang yang diminta tersebut.

Selain itu, yang harus diperhatikan oleh praktisi PR adalah jika ada krisis dalam perusahaan, akuilah kesalahan tersebut, kita harus mempelajari orang-orang yang berhubungan denga para jurnalis, hargailah jurnalis, jadilah prakisi PR yang bersahabat dengan jurnalis. Praktisi PR juga harus memahami pekerjaan jurnalis bahwa jurnalis selalu dikejar deadlinesehingga kita jangan sampai membuang-buang waktunya dengan mengirimkan press release yang tidak penting, menelfon wartawan untuk sekedar memastikan press release yang dikirim sudah sampai, dan sebagainya. Mengapa hal-hal tersebut perlu dilakukan? Karena bagaimanapun, PR sangatlah membutuhkan jurnalis dan media. Baik untuk publisitas, pembentukan citra, dan sebagainya.

Terakhir, Mindy bercerita mengenai pengalamannya selama di Malaysia. Ternyata, jurnalis di Malaysia benar-benar dipengaruhi oleh uang. Jika di Indonesia, wartawan masih bisa dengan bebas memberitakn segala macam keburukan mengenai pemerintahan, lain halnya dengan di Malaysia. Semua wartawan dibayar oleh pemerintah untuk “tutup mulut”. Mereka dibayar agar tidak memberitakan mengenai keburukan pemerintah. Ada suatu kejadian unik yang dialami Mindy, jika pada saat hari raya umat islam di Malaysia, para wartawan diundang oleh pemerintah untuk menghadiri open house. Dan para wartawan tersebut mendapat beberapa undangan open house di berbagai tempat. Ternyata, sebelum masuk, wartawan diberikan amplop yang berisi uang semacam angpao. Dan Mindy menambahakan, bahwa dari uang yang diberikan dari acara open house tersebut, para wartawan sampai bisa membeli mobil baru. Suatu hal yang mencengangkan bukan?

Dari kuliah umum ini, saya mendapat cukup banyak pelajaran baru. Saya jadi mengetahui bagaimana kerja nyata jurnalis dengan PR, bagaimana bisa menjalin hubungan yang baik dengan jurnalis. Saya juga jadi tahu bagaimanakah pandangan seorang jurnalis terhadap pihak PR di perusahaan.

Monday, November 21, 2011

Ceritanya, ini feature buat tugas dasar penulisan Humas.....


Sejuta Keindahan di Kota New York


Siapa yang tak mengenal Kota New York? “The Big Apple”, “Kota yang Tak Pernah Tidur”, “Ibu Kota Dunia”, itulah beberapa juluan untuk kota New York. Dengan segala keindahan yang ditawarkan kota tersebut, membuat semua insan manusia pasti mengetahuinya dan menginginkan menginjakkan kakinya disana. Kota New York ini memang penuh keunikan dari kota-kota besar dunia, dari penglihatan sepintas sebagai wisatawan kita akan melihat secara mencolok gedung-gedung pencakar langit.

Dapat berkunjung ke kota New York merupakan pengalaman yang tak dapat dilupakan dalam hidup saya. Saya menghabiskan waktu di kota New York selama tiga hari, dan memilih untuk menginap di hotel di kawasan Times Square. Times Square sendiri terletak di persimpangan utama di Manhattan, New York City. Pada persimpangan Broadway dan Seventh Evenue membentang dari West 42nd sampai West 47th Streets. Areal Times Square ini meliputi blok antara Sixth dan Eighth Avenues dari Timur ke barat dan West 40th sampai West 53rd Streets dari selatan ke utara yang merupakan bagian komersial dari Midtown Manhattan. Times Square juga merupakan hub distrik teater Broadway penuh pancaran cahaya, salah satu perlintasan pejalan kaki tersibuk di dunia, dan sebuah pusat industri hiburan besar dunia.

Rasa lelah setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam dari kota Virginia terbayar sudah ketika saya akhirnya sampai di kota tersebut. Saya bahkan tak percaya dapat menginjakkan kaki saya di tempat seindah dan mega spektakuler ini. Ketika sampai di Times Square, saya disambut oleh pancaran neon dan lampu-lampu dari puluhan iklan papan listrik yang mengelilingi tempat tersebut yang seakan berlomba-lomba untuk menarik perhatian semua pengunjung. Tidaklah mengherankan jika tempat ini mendapat julukan “The Crossroads of the World” atau jalan persimpangan dunia.

Satu malam telah saya habiskan di Times Square. Keesokan paginya, saya kembali melanjutkan perjalanan menelusuri sejuta keindahan lainnya yang ditawarkan kota ini. Tujuan selanjutnya adalah ke Brooklyn Bridge. Sebelum berangkat, saya terlebih dulu ke Starbucks Coffee untuk membeli kopi lalu duduk sejenak sambil menikmati keindahan Times Square. Pagi hari di Times Square benar-benar menakjubkan! Dari Times Square, saya menggunakan mobil untuk mengarah ke Brooklyn Bridge atau Jembatan Brooklyn. Jembatan ini merupakan jembatan gantung tertua di Amerika Serikat dimana jembatan ini selesai dibangun pada tahun 1883. Jembatan yang sangat megah ini menghubungkan dua kota Brooklyn dan Manhattan. Brooklyn Bridge didirikan di atas sungai East River. Suatu hal yang sangat jarang bagi saya dapat melihat secara langsung kemegahan dan keindahan dari jembatan ini. Selain untuk pengguna kendaraan bermotor, jembatan ini juga terdapat area pejalan kaki. Dari atas jembatan tersebut, para pejalan kaki dan pengendara mobil dan motor dapat melihat keindahan sungai East River dan bangunan-bangunan lain di wilayah Brooklyn. Saya duduk sejenak di pinggir sungai East River, tepat di samping Brooklyn Bridge. Di seberang Brooklyn Bridge juga terdapat jembatan lain yaitu Manhattan Bridge. Arus sungai yang tenang, bururng-burung berkumpul di pinggir sungai, hembusan angin yang sejuk, dan pemandangan kemegahan kedua jembatan tersebut membuat saya ingin berlama-lama menghabiskan waktu di tempat itu.

Perjalanan tidak berhenti sampai disitu. Coney Island adalah tujuan tempat wisata selanjutnya yang akan saya kunjungi. Saya memilih menggunakan subway atau kereta bawah tanah untuk menuju kesana. Untuk menuju Coney Island, subway yang saya naiki melewati Manhattan Bridge. Kehangatan sinar matahari di musim panas menemani perjalanan saya. Saat musim panas seperti ini, Coney Island adalah salah satu tujuan tempat wisata yang tepat. Coney Island adalah sebuah semenanjung di

wilayah paling selatan Brooklyn, New York City, AS yang memiliki sebuah pantai terkenal di Samudra Atlantik. Wilayah ini adalah resor besar dan terdapat taman bermain serta wahana-wahana bermain di sepanjang bibir pantai yang dapat memanjakan para pengunjungnya. Dengan kehangatan sinar matahari musim panas, hamparan pasir putih pantai, gulungan lembut ombak, dan hembusan lembut angin pantai membuat para pengunjung terbuai.

Setelah puas menikmati segala keindahan yang diberikan oleh Coney Island, saya pun kembali ke Times Square menggunakan subway. Sampai di hotel, hari sudah mulai senja, langit oranye di sore itu menambah warna perjalanan saya

di kota yang juga penuh warna, New York City. Dibalik semua kemegahan dan kemewahan yang dimiliki kota ini, terdapat suatu hal kecil yang menarik perhatian. The Halal Guys, itulah sebutan mereka. Gerobak pinggir jalan sederhana yang menjajakan nasi kebab ayam dan kambing. Dengan hanya membayar sebesar $6, saya sudah dapat memanjakan lidah dan perut saya dengan hidangan ini. Walaupun dijual di gerobak pinggir jalan sederhana, nasi kebab ini memiliki cita rasa yang luar biasa enaknya. Sejenis nasi briyani, diberi potongan ayam gurih di atasnya dan dilengkapi dengan saus pedas serta saus putih. Karena rasanya yang luar biasa, nasi kebab The Halal Guys sudah pernah diliput di beberapa stasiun televisi dunia. Gerobak nasi kebab ini terletak di 6th Avenue and 53rd Street. Nasi kebab ini mulai buka pada pukul lima sore. Akan tetapi, untuk dapat menikmati nasi kebab ini, lebih baik Anda datang lebih awal, karena antrian orang-orang yang ingin membeli nasi kebab ini sangatlah banyak dan panjang. Lamanya mengantri, terbayar dengan kelezatan dari nasi kebab The Halal Guys.

Petualangan saya menelusuri kota New York belum berakhir. Setelah menikmati nasi kebab di malam hari, keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan menuju ke Bronx Zoo. Seperti hari sebelumnya, saya kembali menggunakan subway untuk menuju kesana. Tidak ada yang special ketika saya pergi kesana, Bronz Zoo sama seperti kebun binatang lainnya, hanya saja jauh lebih bersih, dan nyaman dibandingkan dengan kebun binatang di Indonesia. Sebenarnya saya kesana hanya karena ingin mengetahui bagaimana keadaan di daerah Bronx di kota New York. Tempat yang mayoritas orang berkulit hitam, sarangnya para gangster, dan tempat yang memiliki angka kriminalitas yang tinggi. Ternyata benar saja, ketika saya kesana, terlihat lingkungan yang kurang rapih dan bersih, banyak sekali coretan-coretan di tembok-tembok pinggir jalan.

Keesokan harinya, saya kembali melangkahkan kaki saya ke pelosok-pelosok kota New York. Tujuan saya selanjutnya adalah ke China Town. Daerah yang semua penduduknya adalah orang-orang China. Di China Town, dijajakan berbagai oleh-oleh dan souvenir khas kota New York tentunya dengan harga yang murah. Saya tidak mau melewatkan kesempatan ini, sehingga saya akhirnya membeli bermacam-macam oleh-oleh untuk sahabat dan kerabat di Indonesia.

Akhirnya tibalah saatnya saya harus meninggalkan kota New York. Berkunjung ke New York merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga dan tak akan pernah terlupakan. Saya berharap, suatu saat nanti, saya dapat kembali menginjakkan kaki saya di kota yang tidak pernah tidur ini. Terima kasih Tuhan atas sejuta keindahan di kota New York yang telah engkau ciptakan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Malem-malem, bikin feature buat tugas dasar-dasar penulisan humas. Au deh, udeh gak paham lagi ane, mau bener mau salah. Bye! -___-

Saturday, July 16, 2011

Calm :)

Calm :)

Draped top
£42 - warehouse.co.uk

TopShop yellow shorts
$76 - topshop.com

Alexander McQueen heel pumps
£225 - matchesfashion.com

Mulberry handbag
$1,000 - mulberry.com

Kenneth Jay Lane amethyst jewelry
£110 - harveynichols.com

Gucci brown belt
€249 - veryeickhoff.com

Gucci striped sunglasses
£180 - flannelsfashion.com

twirl 3.4oz eau de parfum
$80 - katespade.com

Final Home Chocolate Tee
$105 - openingceremony.us